bacakoran.co

Viral! Oknum Dokter Gigi di Aceh Tamiang Digerebek Warga Saat Berduaan dengan Relawan Banjir di Rumah Dinas

Oknum dokter gigi di Aceh Tamiang digerebek warga saat berduaan dengan relawan banjir. Polisi amankan keduanya untuk pemeriksaan lebih lanjut./Kolase Bacakoran.co--Instagram @acehgroundtimes

BACAKORAN.CO - Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di salah satu desa di Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (24/1/2026). 

Seorang dokter gigi perempuan yang bertugas di Puskesmas setempat digerebek warga saat berada di rumah dinasnya bersama seorang pria yang diketahui sebagai relawan banjir.

Kepala Desa (Datok Penghulu) setempat membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan langsung oleh warga sekitar pukul 11.00–12.00 WIB.

"Ia, warga yang melakukan pengerebekan. Sekitar pukul 11.00–12.00 WIB," ujar Datok Penghulu saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

BACA JUGA:Sepatu Running Lokal Makin Naik Kelas, Ini 5 Rekomendasi Favorit Dokter Tirta

BACA JUGA:Direktur RSUD Prabumulih 'Turun Tahta' Menjadi Dokter di Puskesmas, Punishment?

Menurutnya, kecurigaan warga muncul setelah melihat seorang pria keluar masuk rumah dinas sang dokter hingga larut malam. 

Merasa ada yang janggal, warga kemudian berinisiatif melakukan penggerebekan.

"Saat digerebek, keduanya ditemukan berada di dalam rumah dinas," jelas Datok.

Identitas Kedua Pihak

Datok menerangkan bahwa perempuan tersebut merupakan seorang dokter gigi asal Kota Langsa yang bertugas di Puskesmas di wilayah Tamiang Hulu. 

Sementara pria yang bersamanya adalah relawan banjir dari luar daerah yang sedang bertugas di Aceh Tamiang.

"Kalau oknum itu merupakan Dokter Gigi yang bertugas di Puskesmas. Dokternya itu orang Langsa, untuk laki-lakinya merupakan relawan banjir untuk Aceh Tamiang asal luar daerah," ungkapnya.

Proses Hukum dan Dugaan Pelanggaran

BACA JUGA:Tutup 2025 di Tenda Pengungsi, Prabowo Awali Tahun 2026 dengan Cek Huntara di Aceh Tamiang

Viral! Oknum Dokter Gigi di Aceh Tamiang Digerebek Warga Saat Berduaan dengan Relawan Banjir di Rumah Dinas

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di salah satu desa di kecamatan tamiang hulu, kabupaten aceh tamiang, pada sabtu (24/1/2026). 

seorang dokter gigi perempuan yang bertugas di puskesmas setempat digerebek warga saat berada di rumah dinasnya bersama seorang pria yang diketahui sebagai relawan banjir.

kepala desa (datok penghulu) setempat membenarkan kejadian tersebut. 

ia menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan langsung oleh warga sekitar pukul 11.00–12.00 wib.

"ia, warga yang melakukan pengerebekan. sekitar pukul 11.00–12.00 wib," ujar datok penghulu saat dikonfirmasi, minggu (25/1/2026).

menurutnya, kecurigaan warga muncul setelah melihat seorang pria keluar masuk rumah dinas sang dokter hingga larut malam. 

merasa ada yang janggal, warga kemudian berinisiatif melakukan penggerebekan.

"saat digerebek, keduanya ditemukan berada di dalam rumah dinas," jelas datok.

identitas kedua pihak

datok menerangkan bahwa perempuan tersebut merupakan seorang dokter gigi asal kota langsa yang bertugas di puskesmas di wilayah tamiang hulu. 

sementara pria yang bersamanya adalah relawan banjir dari luar daerah yang sedang bertugas di aceh tamiang.

"kalau oknum itu merupakan dokter gigi yang bertugas di puskesmas. dokternya itu orang langsa, untuk laki-lakinya merupakan relawan banjir untuk aceh tamiang asal luar daerah," ungkapnya.

proses hukum dan dugaan pelanggaran

usai penggerebekan, keduanya langsung dibawa ke polsek setempat untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

hingga kini, keduanya masih diamankan oleh pihak kepolisian.

"sekarang keduanya diamankan di polsek. namun pengakuan dari oknum itu tidak melakukan perbuatan apa pun. tapi dugaan sementara diperkirakan jinayah, karena berduaan dalam satu ruangan yang bukan muhrimnya," terang kepala desa.

meski demikian, baik sang dokter maupun relawan pria tersebut mengaku tidak melakukan tindakan yang melanggar norma. 

namun, dugaan sementara tetap mengarah pada pelanggaran jinayah karena keduanya berduaan dalam satu ruangan tanpa ikatan muhrim.

status dan upaya mediasi

datok juga menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, keduanya berstatus lajang atau belum menikah. 

bahkan, sempat ada upaya mediasi dengan meminta keduanya untuk menikah sebagai jalan keluar dari masalah ini.

"untuk status keduanya masih lajang (belum menikah). saat diminta untuk menikah, oknum dokter tidak mau, karena merasa tidak melakukan perbuatan apapun," pungkasnya.

reaksi warga dan dampak sosial

peristiwa ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat. 

warga menilai tindakan berduaan di rumah dinas tanpa ikatan resmi menimbulkan keresahan dan dianggap tidak pantas, terlebih karena sang dokter merupakan tenaga kesehatan yang seharusnya menjadi teladan.

di sisi lain, sebagian warga menilai bahwa kasus ini perlu ditangani secara hati-hati agar tidak menimbulkan fitnah atau kesalahpahaman. 

pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk memastikan kebenaran dari pengakuan kedua pihak.

Tag
Share