bacakoran.co

Xi Jinping Pecat Dua Jenderal Elit China, Dugaan Bocornya Rahasia Nuklir ke AS Gegerkan Dunia

Presiden China Xi Jinping memecat dua jenderal elit usai dituding bocorkan rahasia nuklir ke AS. Langkah tegas ini mengguncang militer & geopolitik global.--

BACAKORAN.CO - Pemerintahan China kembali mengguncang panggung geopolitik global. 

Presiden China Xi Jinping secara resmi memecat dua jenderal paling senior di tubuh militer Negeri Tirai Bambu setelah keduanya dituding terlibat dalam pelanggaran disiplin berat dan dugaan kebocoran rahasia strategis, termasuk isu sensitif terkait nuklir, kepada Amerika Serikat (AS).

Keputusan tegas ini diumumkan pada Sabtu, 24 Februari 2026, tak lama setelah Kementerian Pertahanan Nasional China mengonfirmasi adanya penyelidikan internal terhadap dua perwira tinggi tersebut.

Meski otoritas China tidak membeberkan secara rinci pelanggaran yang dilakukan, langkah ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan pengamat militer dan politik internasional.

BACA JUGA:Hendak Salip Mobil Tangki LPG, Motor Malah Masuk Kolong, Satu Penumpang Tergilas dan Tewas

Pemecatan ini dinilai sebagai bagian dari upaya Xi Jinping untuk membersihkan jajaran elite militer, memperketat kontrol Partai Komunis China (PKC), sekaligus menegaskan kembali kepemimpinan absolutnya atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Dua sosok jenderal top yang diberhentikan adalah Zhang Youxia dan Liu Zhenli, nama besar yang selama ini berada di lingkar kekuasaan militer tertinggi China.

Zhang Youxia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), lembaga dengan otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan militer China.

Posisi ini membuat Zhang memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.

BACA JUGA:Viral, Lahan Parkir Dijual Untuk Lapak Jualan Hingga Belasan Juta. Netizen : Yang jual Galak yang Beli Galak

Sementara itu, Liu Zhenli merupakan Kepala Departemen Staf Gabungan CMC, jabatan strategis yang mengendalikan koordinasi operasional seluruh angkatan bersenjata China.

Kementerian Pertahanan Nasional menyatakan keduanya sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang sangat serius.

Media pemerintah menyebut tindakan mereka berpotensi mengancam kepemimpinan Partai Komunis dan merusak sistem komando tunggal yang berada di tangan Xi Jinping.

Laporan media internasional seperti Reuters dan Wall Street Journal mengungkap dimensi yang lebih kompleks.

Xi Jinping Pecat Dua Jenderal Elit China, Dugaan Bocornya Rahasia Nuklir ke AS Gegerkan Dunia

Melly

Melly


bacakoran.co - pemerintahan china kembali mengguncang panggung geopolitik global. 

presiden china xi jinping secara resmi memecat dua jenderal paling senior di tubuh militer negeri tirai bambu setelah keduanya dituding terlibat dalam pelanggaran disiplin berat dan dugaan kebocoran rahasia strategis, termasuk isu sensitif terkait nuklir, kepada amerika serikat (as).

keputusan tegas ini diumumkan pada sabtu, 24 februari 2026, tak lama setelah kementerian pertahanan nasional china mengonfirmasi adanya penyelidikan internal terhadap dua perwira tinggi tersebut.

meski otoritas china tidak membeberkan secara rinci pelanggaran yang dilakukan, langkah ini langsung memicu spekulasi luas di kalangan pengamat militer dan politik internasional.

pemecatan ini dinilai sebagai bagian dari upaya xi jinping untuk membersihkan jajaran elite militer, memperketat kontrol partai komunis china (pkc), sekaligus menegaskan kembali kepemimpinan absolutnya atas tentara pembebasan rakyat (pla).

dua sosok jenderal top yang diberhentikan adalah zhang youxia dan liu zhenli, nama besar yang selama ini berada di lingkar kekuasaan militer tertinggi china.

zhang youxia menjabat sebagai wakil ketua komisi militer pusat (central military commission/cmc), lembaga dengan otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan militer china.

posisi ini membuat zhang memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.

sementara itu, liu zhenli merupakan kepala departemen staf gabungan cmc, jabatan strategis yang mengendalikan koordinasi operasional seluruh angkatan bersenjata china.

kementerian pertahanan nasional menyatakan keduanya sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang sangat serius.

media pemerintah menyebut tindakan mereka berpotensi mengancam kepemimpinan partai komunis dan merusak sistem komando tunggal yang berada di tangan xi jinping.

laporan media internasional seperti reuters dan wall street journal mengungkap dimensi yang lebih kompleks.

zhang youxia disebut-sebut membangun jaringan politik internal di tubuh militer dan menyalahgunakan kewenangannya dalam pengambilan keputusan strategis.

ia juga dituduh menerima imbalan dalam bentuk suap terkait promosi jabatan militer, termasuk dalam pengangkatan mantan menteri pertahanan li shangfu.

praktik ini dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu friksi internal, merusak soliditas militer, dan membuka celah tantangan terhadap kepemimpinan tertinggi negara.

pemerintah china memandang tindakan tersebut sebagai ancaman serius karena berpotensi menciptakan fragmentasi kekuasaan di tubuh pla—sesuatu yang selama ini berusaha dihindari xi jinping.

pemecatan dua jenderal senior ini menjadi sinyal kuat bahwa xi jinping tidak mentoleransi penyimpangan sekecil apa pun, terlebih jika menyangkut keamanan nasional dan rahasia strategis negara.

langkah ini juga menegaskan pola kepemimpinan xi yang konsisten sejak awal menjabat, yakni memusatkan kendali militer langsung di bawah presiden, sekaligus memperkuat disiplin ideologis dan loyalitas mutlak kepada partai komunis.

saat ini, struktur komando tertinggi militer china sepenuhnya berada di bawah kendali xi jinping sebagai ketua cmc, didampingi oleh zhang zhengmin sebagai wakilnya.

keduanya memegang tanggung jawab penuh atas stabilitas, disiplin, dan arah masa depan militer china.

pemecatan zhang youxia dan liu zhenli tidak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga mengirimkan gelombang ke komunitas internasional. 

isu kebocoran rahasia nuklir ke as berpotensi memperkeruh hubungan beijing-washington yang selama ini sudah diwarnai ketegangan di laut china selatan, taiwan, dan teknologi strategis.

dunia kini menanti langkah lanjutan china: apakah penyelidikan ini akan berujung pada proses hukum terbuka atau tetap disimpan sebagai urusan internal negara.

Tag
Share