Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tegas Tolak Wacana Menteri Kepolisian: Lebih Baik Jadi Petani
Kapolri Listyo Sigit menolak wacana Menteri Kepolisian. Ia tegaskan Polri harus tetap di bawah Presiden demi independensi hukum.--Instagram @beritaterkinismr
Ucapan tersebut bukan candaan atau respons emosional semata.
Sigit menekankan bahwa jika wacana Menteri Kepolisian dipaksakan, maka lebih baik dirinya dicopot dari jabatan Kapolri.
"Karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada Menteri Kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot," katanya.
Alasan Penolakan
BACA JUGA:Kapolri Mutasi 4 Kapolda, Ini Nama-nama Peggatinya
BACA JUGA:Gelombang Protes Membesar! Nicholas Saputra Hingga Aktivis Desak Kapolri Mundur Pasca Tragedi Affan
Menurut Sigit, pembentukan Menteri Kepolisian justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dan mengurangi fleksibilitas institusi dalam menjalankan tugas keamanan.
Hal ini dianggap berbahaya karena bisa membuka ruang intervensi politik dalam penegakan hukum.
Dengan sikap tegas tersebut, Sigit ingin memastikan bahwa Polri tetap berdiri sebagai lembaga independen yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden, bukan kepada kementerian baru yang bisa mengubah arah reformasi kepolisian.
Respons DPR dan Publik
Pernyataan keras Kapolri langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan diskusi publik.
Banyak yang menilai Sigit sedang mengirim sinyal kuat bahwa Polri tidak boleh “dipolitisasi” melalui pembentukan kementerian baru.
Di Senayan, sejumlah anggota Komisi III DPR justru memberikan respons positif dan mendukung sikap tegas sang Kapolri.
Mereka menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga independensi Polri.
Fenomena ini menunjukkan bahwa satu kalimat dari Jenderal Sigit mampu mengguncang percakapan nasional, sekaligus membuka kembali diskusi besar soal arah reformasi kepolisian di Indonesia.