bacakoran.co

Usai Viral Tuduhan Es Spons, Kapolres Metro Depok Beri Motor dan Modal Usaha ke Suderajat Pedagang Es Gabus

Kapolres Metro Depok Abdul Waras beri motor dan modal usaha kepada Suderajat, pedagang es kue viral yang sempat dituduh menjual es berbahan spons./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras menjelaskan bahwa kedatangannya ke rumah Suderajat bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan. 

“Dan hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau,” kata Abdul Waras. 

Ia menambahkan, “Motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau.”

Suderajat sendiri menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur. 

Ia mengaku ingin kembali berjualan es kue, meski masih merasa takut akibat pengalaman sebelumnya. 

Sang istri pun tak kuasa menahan air mata, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Meski bantuan ini dianggap sebagai bentuk kepedulian, respons masyarakat di media sosial menunjukkan beragam pandangan. 

Dalam unggahan ulang akun Instagram @feedgramindo, sejumlah komentar netizen menyoroti langkah aparat tersebut dengan nada penuh kecurigaan.

Keliatan banget cuci tangannya.”

“Yah disogok motor jir pdhl klo kena pasal berlapis itu lebih dr motor.”

“Akal-akalan aparat doang ini mah biar gk di pecat trus dpenjarai.”

“Miris negara kita penuh dengan mafia berseragam.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan adanya ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap institusi penegak hukum, meski sudah ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi.

Usai Viral Tuduhan Es Spons, Kapolres Metro Depok Beri Motor dan Modal Usaha ke Suderajat Pedagang Es Gabus

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - kunjungan kapolres metro depok kombes pol abdul waras ke kediaman suderajat, seorang pedagang es kue jadul yang sempat menjadi sorotan publik, kembali menghangatkan perbincangan masyarakat. 

peristiwa ini terjadi di bojonggede, kabupaten bogor, pada selasa (27/1/2026) sore. 

dalam kesempatan tersebut, kapolres menyerahkan bantuan berupa satu unit sepeda motor dan modal usaha kepada suderajat, yang sebelumnya sempat dituduh menjual es berbahan spons.

sebelumnya, suderajat menjadi viral setelah sebuah video menampilkan aparat tni dan polri mencurigai dagangannya. 

es hunkue yang dijualnya disebut-sebut berbahan spons, sehingga menimbulkan keresahan publik. 

namun, hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) memastikan bahwa produk tersebut aman dikonsumsi. 

kasus ini kemudian memicu permintaan maaf dari aparat yang terlibat, yakni aiptu ikhwan mulyadi dan serda heri purnomo.

dalam pernyataannya, ikhwan menegaskan bahwa mereka telah keliru menyimpulkan tanpa menunggu hasil resmi. 

“kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujarnya. 

ia juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan lebih berhati-hati sebelum menyebarkan informasi.

kapolres metro depok kombes abdul waras menjelaskan bahwa kedatangannya ke rumah suderajat bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan. 

“dan hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau,” kata abdul waras. 

ia menambahkan, “motor dengan sedikit modal usaha untuk beliau.”

suderajat sendiri menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur. 

ia mengaku ingin kembali berjualan es kue, meski masih merasa takut akibat pengalaman sebelumnya. 

sang istri pun tak kuasa menahan air mata, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

meski bantuan ini dianggap sebagai bentuk kepedulian, respons masyarakat di media sosial menunjukkan beragam pandangan. 

dalam unggahan ulang akun instagram @feedgramindo, sejumlah komentar netizen menyoroti langkah aparat tersebut dengan nada penuh kecurigaan.

keliatan banget cuci tangannya.”

“yah disogok motor jir pdhl klo kena pasal berlapis itu lebih dr motor.”

“akal-akalan aparat doang ini mah biar gk di pecat trus dpenjarai.”

“miris negara kita penuh dengan mafia berseragam.

komentar-komentar tersebut mencerminkan adanya ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap institusi penegak hukum, meski sudah ada klarifikasi dan permintaan maaf resmi.

Tag
Share