bacakoran.co - inilah kesempatan pemain u19 tahun menjadi bagian dari pelatnas pbsi. ini karena pbsi menyelenggarakan seleksi nasional (seleknas) pbsi 2026 pada 3 hingga 7 februari 2026 di majeh arena wadas, karawang.
seleksi menggunakan empat lapangan pertandingan. seleksi ini sebagai bagian dari proses pembinaan dan penjaringan atlet muda potensial untuk bergabung dengan pelatnas pbsi.
seleksi nasional pbsi ini diikuti oleh atlet-atlet terbaik kategori taruna (u19) yang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pp pbsi.
peserta seleknas meliputi atlet tunggal dan ganda juara kejuaraan nasional pbsi perorangan taruna divisi i tahun 2025, dengan pengecualian bagi atlet yang telah direkrut masuk pelatnas pbsi.
peserta seleknas juga berasal dari atlet kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya yang berada pada peringkat 15 nasional taruna (u19) terbaik di setiap sektor dengan perhitungan ranking yang digunakan adalah per tanggal 24 desember 2025, setelah pelaksanaan kejuaraan nasional pbsi 2025.
selain jalur seleknas, pp pbsi juga menetapkan bahwa tiga atlet muda, mayla cahya afilian pratiwi (mutiara cardinal bandung) dari sektor tunggal putri dan alexius ongkytama subagio/aquino evano keneddy tangka (djarum kudus) dari sektor ganda putra bergabung langsung ke pelatnas pbsi.
ketiganya direkrut berdasarkan prestasi konsisten yang telah ditunjukkan sepanjang tahun 2025, serta hasil pemantauan tim pemandu bakat pp pbsi, sehingga dinilai telah memenuhi kriteria pembinaan pelatnas.
kepala bidang pembinaan dan prestasi pp pbsi, eng hian, menegaskan bahwa seleknas pbsi merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan.
“seleksi nasional pbsi merupakan bagian integral dari sistem pembinaan prestasi nasional yang dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan," jelas eng hian.
"melalui seleknas ini, pbsi memastikan proses penjaringan atlet muda dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis prestasi, sebagai langkah awal menuju pembinaan di pelatnas pbsi,” lanjut eng hian.
“kriteria seleksi yang mengacu pada hasil kejurnas, peringkat nasional, serta pantauan tim pemandu bakat dirancang untuk memastikan atlet yang terpilih tidak hanya memiliki capaian prestasi saat ini, tetapi juga potensi pengembangan jangka panjang sesuai dengan arah pembinaan prestasi pbsi,” tambahnya.
khusus untuk nomor ganda, para atlet diperbolehkan melakukan pertukaran pasangan dengan ketentuan pasangan tersebut berada dalam 16 besar ranking nasional, serta adanya kesepakatan tertulis antara atlet dan perkumpulan bulutangkis (pb).
atlet hasil pantauan tim pemandu bakat (potensi) pbsi juga dapat diikutsertakan sebagai peserta seleknas meskipun berada di luar 16 besar ranking nasional.
sementara itu, bagi atlet ganda yang memiliki lebih dari satu pasangan dan sama-sama berada dalam 16 besar ranking nasional, maka atlet tersebut wajib memilih satu pasangan untuk didaftarkan pada seleknas.
sebagai penegasan komitmen pembinaan prestasi, atlet tunggal maupun ganda yang keluar sebagai juara seleknas pbsi 2026 wajib memenuhi panggilan untuk masuk pelatnas pbsi tanpa syarat apa pun.
melalui seleknas ini, pp pbsi berharap dapat menjaring atlet-atlet muda terbaik yang memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat bulutangkis indonesia di level internasional.
peserta seleksi nasional pbsi tahun 2026
tunggal putra:
radithya bayu wardhana – djarum, kudus
fardhan rainanda joe – exist badminton club
denis azzarya – jaya raya jakarta
maharishiel timotius gain – jaya raya jakarta
muhammad nashrulloh al-habsyi – djarum, kudus
yusack christian – jaya raya jakarta
yudha rendra wijaya – djarum, kudus
yarits al kaaf rengganingtyas – djarum, kudus
fathurachman – sarwendah badminton club, jaktim
izza al-faruq aston martin – exist badminton club
i made sutha adi wiguna – gideon badminton academy
surya adhipratama tanggara – berkat abadi, banjar
fajar shidiq putra – exist badminton club
ghaisan haidar tsaqib – exist badminton club
jevian vinara phaskalis jevlianda a – tangkas, jaksel
glend yosua octavianus rumondor – jaya raya jakarta
tunggal putri:
jolin angelia – djarum, kudus
christabel calista purwanto – djarum, kudus
oei louisa jovanka sandi winarto – exist badminton club
shaafiya yasmin maitsaa – djarum, kudus
evelin gracia parapat – djarum, kudus
wening arviani sabrina – pelatkot tangerang selatan
alfira deanika – jaya raya satria
auberta zerlina – exist badminton club
nurul tetra junia br matondang – djarum, kudus
qori nur syarifah – exist badminton club
patricia regina adalia – jaya raya jakarta
selvyra khalishah – pelatprov pbsi jawa timur
xabria novrani alonso – mataram raya, sleman
ratifa badriah – alamsyah yunus badminton club
keira putri indriyan – mutiara cardinal, bandung
beryl auliya sungkono – pelatprov pbsi jawa timur
ganda putra:
muhammad rizki mubarrok/raihan daffa edsel pramono – djarum, kudus
faizal pangestu/anju siahaan – djarum, kudus
ardiola dionilo/raffarel radzinski sadad – daihatsu yonex sunrise candra wijaya
akmal nurrahman/revand harianto – jaya raya jakarta
joseph marcellino kyta /joven farandi – gideon badminton academy
christian aldo sanjaya/yugo alvaro gunawan – jaya raya jakarta
grendly alkatib lumintang/muhammad vito annafsa – jaya raya jakarta
danendra kamandika xavier/elang rakha putra setiawan – jaya raya jakarta
fadhullah muas/stanley jaden ng – gideon badminton academy
muhammad lutfhi habibi/faza iwadh kurnia ramdhan – djarum, kudus
muhammad nadhif al maren/muhammad hazeral masyhur – pelatprov pbsi jawa timur
danendra ahmad al ghozali/azril dava gistrafarizi – pelatprov pbsi jawa timur
muhammad zaki/ anandhito triadi – pusat pelatihan olahraga pelajar/ jaya raya jakarta
muhammad alwan setiawan/naufal syatar syahwaldi – putra handayani
boby claudio tampi/darrel fawwaz – pusat pelatihan olahraga pelajar
ahmad tarindo akbar/fachry adnan pamungkas – gideon badminton academy
ganda putri:
imanuela ayu soka/angelita magdalena yusup – djarum, kudus
selsi josika/halifia usni pratiwi – djarum, kudus
salsabila zahra aulia/adelia nirul m – djarum, kudus
merylia putri hanantha/chelsea veby andela – pelatprov pbsi jawa timur
afina musa putri/nur aliah rahma – jaya raya jakarta
atresia naufa candani/aurelia syakira putri – djarum, kudus
sheila lidia/veren irvana daula – jaya raya jakarta
citra murdiningrum surono/maheswara kusumawulan – pb. power rajawali, tangerang
chelsea marvelyn istanto/agni marshanda pratistha kuranta – djarum, kudus
aura zalfa syafiya/ putri melvina dwiwahyuningsih – gideon badminton academy/ cakrabuana badminton training camp
micha leona luthfia wardoyo/keyla annisa putri – jaya raya jakarta
annisa febriany shalihah/ balqis azzahra kayla hasan – daihatsu yonex sunrise candra wijaya/tangkas, jaksel
risfina meyizza tommzhu/syafiqa aliya – gideon badminton academy
gelsay behrous al zahra/injiliani christania tumbol – jaya raya jakarta
nadia zana nailah/alya anggina putri nasution – putra mainaky, tangsel
jasmin early mailova/zahroh nani elvany – bayu kencana
ganda campuran:
ikhsan lintang pramudya/ salsabila zahra aulia – djarum, kudus
balqis azzahra kayla hasan/mitchel rori monintja – tangkas , jaksel
abdul sabqi azib/fiersha aulia aqilla shafa azzahra – pelatprov pbsi jawa timur
moses andar simanjuntak/ reya azzahra yulianti – taqi arena badminton academy
fernando christian setia gunawan/ natasya chandra ramadhani – djarum, kudus
theodorus steve kurniawan/leonora keyla frandrica – djarum, kudus
muhammad mulky aufa atmaja/salma mufida – jaya raya jakarta
ardiola dionilo/ nadia pritasari – daihatsu yonex sunrise candra wijaya/ jaya raya jakarta
faizal pangestu/dian ramadhani mukti – djarum, kudus
muhammad lutfhi habibi/angelita magdalena yusup – djarum, kudus
joseph marcellino kyta/syafiqa aliya – gideon badminton academy
alfa wahyudinata/ lilyan sari wibowo – jaya raya jakarta/ tangkas, jaksel
raihan daffa edsel pramono/ atresia naufa candani – djarum, kudus
kaka raihansyah/azzahra dwi nasywa khairunnisa – taqi arena badminton academy
yosefta christianto suparman/chelsea claudia karenia polii – pb. talenta
raffarel radzinski sadad/ annisa febriany shalihah – daihatsu yonex sunrise candra wijaya