bacakoran.co

Sekolah Mendadak Panik! 33 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Soto MBG Saat Jam Pelajaran

Suasana SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, mendadak panik pada Kamis siang (29/01/2026) setelah puluhan siswa diduga keracunan makanan.--Youtube-@Liputan6

BACAKORAN.CO - Suasana belajar di SMAN 2 Kudus, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Kamis siang (29/01/2026).

Puluhan siswa tiba-tiba tumbang secara bersamaan saat jam pelajaran berlangsung.

Sebanyak 33 siswa diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG berupa soto sehari sebelumnya.

Melansir dari video youtube @Liputan6, Insiden ini membuat guru dan pihak sekolah langsung bergerak cepat.

BACA JUGA:BGN Tegaskan SPPG yang Tolak Pasokan UMKM dan Petani Lokal di Program MBG Akan Disuspend!

BACA JUGA:BGN Wajibkan SPPG Pasang Label Batas Waktu Konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Ini Alasannya!

Siswa-siswa yang mengalami gejala seperti pusing, mual, diare, dan lemas segera dievakuasi dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Loekmono Hadi, RS Sarkis, dan RSI Kudus untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut keterangan Mustiko Wibowo, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kudus, gejala yang dialami para siswa sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak masih berada di rumah.

“Kejadiannya itu mulai dari rumah sebetulnya. Mulai dari pusing, ini itu.

MBG kemarin dari rumah sudah diare, pusing, dan puncaknya pas di sekolah,” ujar Mustiko.

BACA JUGA:Viral Sajikan Telur dan Jagung Mentah di Menu MBG, SPPG Lebak Banten Minta Maaf

BACA JUGA:Viral Cabut MBG 2 Siswa, Ini Sosok Dewi Ratih Kepala SPPG di Trimulyo Lampung

Pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa keracunan terjadi akibat konsumsi menu MBG (Makan Bergizi Gratis) yang disantap siswa pada hari sebelumnya.

Soto yang menjadi menu MBG kini menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan oleh tim kesehatan.

Sekolah Mendadak Panik! 33 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan Soto MBG Saat Jam Pelajaran

Puput

Puput


bacakoran.co - suasana belajar di sman 2 kudus, jawa tengah, mendadak berubah menjadi  pada kamis siang (29/01/2026).

puluhan siswa tiba-tiba tumbang secara bersamaan saat jam pelajaran berlangsung.

sebanyak 33 siswa diduga mengalami  makanan setelah menyantap menu mbg berupa soto sehari sebelumnya.

melansir dari video youtube @liputan6, insiden ini membuat guru dan pihak sekolah langsung bergerak cepat.

-siswa yang mengalami gejala seperti pusing, mual, diare, dan lemas segera dievakuasi dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit, yakni rsud loekmono hadi, rs sarkis, dan rsi kudus untuk mendapatkan penanganan medis.

menurut keterangan mustiko wibowo, plt kepala dinas kesehatan kudus, gejala yang dialami para siswa sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak masih berada di rumah.

“kejadiannya itu mulai dari rumah sebetulnya. mulai dari pusing, ini itu.

mbg kemarin dari rumah sudah diare, pusing, dan puncaknya pas di sekolah,” ujar mustiko.

pernyataan tersebut menguatkan dugaan bahwa keracunan terjadi akibat konsumsi menu mbg (makan bergizi gratis) yang disantap siswa pada hari sebelumnya.

soto yang menjadi menu mbg kini menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan oleh tim kesehatan.

saksi mata menyebutkan, satu per satu siswa mulai mengeluh tidak enak badan hingga akhirnya beberapa di antaranya jatuh lemas di dalam kelas.

kondisi ini memicu kepanikan massal.

beberapa siswa bahkan harus ditandu keluar ruang kelas karena tidak mampu berjalan sendiri.

pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kudus, puskesmas setempat, serta tim medis.

ambulans hilir mudik mengevakuasi korban, sementara proses belajar mengajar dihentikan sementara demi keselamatan siswa.

hingga saat ini, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik, meski masih menjalani observasi medis.

sampel makanan mbg yang dikonsumsi para siswa telah diamankan untuk uji laboratorium, guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut.

kasus ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan program mbg, yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan pelajar.

dinas kesehatan kudus menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga penyimpanan makanan mbg agar kejadian serupa tidak terulang.

orang tua siswa pun berharap ada transparansi dan tanggung jawab penuh dari pihak terkait.

“anak-anak kami seharusnya aman saat di sekolah, bukan malah jatuh sakit,” ujar salah satu wali murid.

peristiwa dugaan keracunan massal di sman 2 kudus ini menjadi peringatan penting bahwa pengawasan ketat terhadap makanan siswa adalah hal mutlak, terutama dalam program berskala besar seperti mbg.

masyarakat kini menanti hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden yang sempat membuat kudus gempar ini.

Tag
Share