Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur: Krisis Kepercayaan Pasar Modal Indonesia
Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur: Krisis Kepercayaan Pasar Modal Indonesia--RMBanten
BACAKORAN.CO - Berita mengenai pengunduran diri sejumlah tokoh penting di sektor keuangan Indonesia belakangan ini benar-benar mengguncang publik.
Belum reda kehebohan yang muncul setelah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/01), kini dunia keuangan kembali diguncang oleh kabar mengejutkan lainnya.
Dua petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Ketua OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, juga menyatakan mundur dari jabatannya.
Keputusan ini membuat suasana semakin panas dan menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah serta masa depan sektor keuangan nasional.
BACA JUGA:Sudah Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji tapi Eks Menag Yaqut Tak Ditahan? KPK Ungkap Alasannya!
BACA JUGA:Serangan Udara Israel Kembali Guncang Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku dan Tewaskan 11 Orang
Mundurnya tiga figur sentral dalam otoritas keuangan Indonesia tentu bukan hal yang bisa dianggap sepele.
Publik dan para pelaku pasar langsung menyoroti dampak yang mungkin timbul, mulai dari stabilitas bursa hingga kepercayaan investor.
Ekonom dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai bahwa rangkaian pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian kursi atau jabatan.
Menurutnya, hal tersebut merupakan sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap sistem keuangan Indonesia sedang mengalami kemunduran.
BACA JUGA:Vonis MSCI Bikin Dana Asing Berbondong ke Malaysia, RI Gigit Jari!
BACA JUGA:Normalisasi Kali Cakung Dikebut, Pramono Anung Turunkan Alat Berat, Target Selesai 2027
Ia menegaskan, masalah yang dihadapi bukan hanya sekadar naik-turunnya indeks saham.
Ketika pengawas utama dan operator bursa mundur secara bersamaan, publik wajar mempertanyakan apakah sistem keuangan sedang kehilangan kendali atau setidaknya tengah menghadapi tekanan yang jauh lebih besar daripada yang disampaikan dalam konferensi pers resmi.