bacakoran.co

Beras Premium Indonesia Siap Tembus Pasar Arab Saudi: BULOG Matangkan Ekspor Haji 2026!

Beras Premium Indonesia Siap Tembus Pasar Arab Saudi: BULOG Matangkan Ekspor Haji 2026--baraNews

Selain itu, penyusunan timeline pengiriman dan skema distribusi di Arab Saudi juga menjadi fokus utama agar beras dapat sampai tepat waktu dan terdistribusi secara efisien.

Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan optimisme bahwa izin dari Pemerintah Arab Saudi membuka momentum bersejarah bagi Indonesia.

BACA JUGA:Dapat Kerjaan di Cambai, Tas Belly Marcos Disikat Pencuri

BACA JUGA:Tim Kejari Kota Lubuklinggau Geledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Menurutnya, ekspor beras untuk kebutuhan Haji dan Umrah bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga menjadi legacy penting bagi pemerintah dalam memperluas peran Indonesia sebagai eksportir beras.

Jainul Effendi menambahkan bahwa penggunaan beras lokal Indonesia sangat penting demi kenyamanan jamaah.

Ia menekankan bahwa jamaah dari Tanah Air tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal.

Jika dipaksakan dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mereka saat menjalankan ibadah.

BACA JUGA:SPPG Kudus Klarifikasi Hoaks Meninggalnya Siswi SMAN 2, Bukan Karena Program MBG, Ini Faktanya!

BACA JUGA:Detik-Detik Mencekam! Jeep Jetour Terbakar Hebat Usai Diseruduk BMW di Tol Jagorawi

Oleh karena itu, ekspor beras ini bukan hanya soal logistik, melainkan juga soal menjaga kesehatan dan semangat kebersamaan.

Sebagai bagian dari persiapan, BULOG juga menggelar uji tanak terhadap sejumlah sampel beras yang diusulkan untuk ekspor.

Uji ini dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, serta kualitas nasi setelah dimasak.

Hasil uji tanak akan menjadi dasar penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.

BACA JUGA:Wagub Lampung Jihan Nurlela Bantah Tuduhan Telepon Intimidasi Warga soal Video Jembatan Way Bungur

Beras Premium Indonesia Siap Tembus Pasar Arab Saudi: BULOG Matangkan Ekspor Haji 2026!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - perum bulog kini tengah mematangkan rencana besar untuk mengekspor beras ke arab saudi, khususnya guna memenuhi kebutuhan jamaah haji dan umrah asal indonesia.

langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan tindak lanjut dari penugasan langsung presiden republik indonesia yang menekankan pentingnya menghadirkan dukungan nyata bagi jamaah di tanah suci.

dengan adanya ekspor beras, diharapkan jamaah dapat tetap mengonsumsi beras lokal yang sudah akrab dengan lidah dan kebiasaan mereka, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan lebih nyaman tanpa kendala adaptasi makanan.

rencana strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di kantor pusat perum bulog pada selasa (3/2).

rapat tersebut menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan, kesiapan teknis, hingga langkah operasional agar ekspor berjalan sesuai jadwal dan standar internasional menjelang musim haji.

direktur utama perum bulog, letjen tni (purn) ahmad rizal ramdhani, memimpin jalannya rapat bersama jajaran direksi, yakni direktur keuangan hendra susanto, direktur pemasaran febby novita, serta direktur operasi andi afdal.

dari pihak kementerian haji dan umrah arab saudi hadir direktur jenderal pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, jainul effendi.

sementara kementerian perdagangan turut mengikuti rapat secara daring, menegaskan komitmen lintas kementerian dalam mendukung program ini.

dalam rapat tersebut, sejumlah aspek krusial dibahas secara mendalam.

mulai dari pemilihan varietas beras yang sesuai dengan preferensi jamaah, standarisasi kualitas agar memenuhi standar premium, penentuan kemasan yang praktis dan higienis, hingga pembahasan harga yang kompetitif.

selain itu, penyusunan timeline pengiriman dan skema distribusi di arab saudi juga menjadi fokus utama agar beras dapat sampai tepat waktu dan terdistribusi secara efisien.

ahmad rizal ramdhani menyampaikan optimisme bahwa izin dari pemerintah arab saudi membuka momentum bersejarah bagi indonesia.

menurutnya, ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga menjadi legacy penting bagi pemerintah dalam memperluas peran indonesia sebagai eksportir beras.

jainul effendi menambahkan bahwa penggunaan beras lokal indonesia sangat penting demi kenyamanan jamaah.

ia menekankan bahwa jamaah dari tanah air tidak terbiasa mengonsumsi beras selain beras lokal.

jika dipaksakan dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mereka saat menjalankan ibadah.

oleh karena itu, ekspor beras ini bukan hanya soal logistik, melainkan juga soal menjaga kesehatan dan semangat kebersamaan.

sebagai bagian dari persiapan, bulog juga menggelar uji tanak terhadap sejumlah sampel beras yang diusulkan untuk ekspor.

uji ini dilakukan untuk menilai tekstur, aroma, rasa, serta kualitas nasi setelah dimasak.

hasil uji tanak akan menjadi dasar penentuan jenis beras dan merek yang akan digunakan dalam program ekspor.

langkah ini menunjukkan keseriusan bulog dalam memastikan bahwa beras yang dikirim benar-benar sesuai dengan preferensi konsumen dan standar mutu internasional.

rapat koordinasi ini sekaligus menegaskan kesiapan indonesia memanfaatkan momentum surplus beras nasional 2025.

kondisi surplus tersebut menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan sekaligus membuka peluang strategis bagi indonesia untuk memperluas peran sebagai eksportir beras di pasar global.

dengan demikian, ekspor beras ke arab saudi tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi jamaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat posisi indonesia dalam peta perdagangan internasional.  

Tag
Share