bacakoran.co - setelah beberapa tahun dianggap lamban dalam merespons tren elektrifikasi global, honda prospect motor (hpm) akhirnya menunjukkan langkah besar dengan menyiapkan tiga model suv baru yang dirancang khusus untuk menghadapi persaingan ketat dari merek-merek tiongkok seperti byd, chery, dan gwm.
ketiga model tersebut adalah honda e:n1 (yang kemungkinan tetap menggunakan nama hr-v ev), honda wr-v hybrid dengan teknologi i-mmd terbaru, serta honda ye s7 sebagai flagship ev.
kehadiran trio ini mencerminkan strategi holistik honda: menyasar segmen entry-level hingga premium, menawarkan solusi hybrid pragmatis sekaligus menghadirkan suv listrik futuristik.
honda e:n1: compact ev yang siap jadi penantang serius
honda e:n1 hadir untuk mengisi kekosongan di segmen compact electric suv, yang selama ini dikuasai byd atto 3 dan chery omoda e5. mobil ini dibangun di atas platform khusus e:n architecture f, bukan sekadar adaptasi dari model bensin.
dengan baterai lithium-ion berkapasitas 68,8 kwh, e:n1 mampu menempuh jarak hingga 510 km sekali pengisian, angka yang membuatnya kompetitif di kelasnya.
keunggulan e:n1 bukan hanya pada jarak tempuh, tetapi juga pada driving dynamics khas honda.
mobil ini dirancang agar respons motor listrik tetap halus dan stabil, menghindari efek mual akibat torsi berlebihan yang sering dikritik pada beberapa ev asal tiongkok.
interiornya juga mengalami lompatan besar. layar sentuh vertikal 15,1 inci menjadi pusat kendali dengan tata letak ergonomis, sementara sistem honda connect generasi terbaru memungkinkan kontrol jarak jauh melalui aplikasi ponsel.
fitur honda sensing 360 hadir sebagai standar, termasuk traffic jam assist yang relevan untuk kondisi lalu lintas padat.
material interior ditingkatkan dengan soft-touch surfaces, menjawab kritik terhadap hr-v konvensional.
strategi harga diperkirakan berada di kisaran rp500–600 juta, dengan kemungkinan produksi ckd di karawang untuk memanfaatkan insentif pemerintah.
angka ini membuat e:n1 menjadi pilihan menarik bagi konsumen loyal honda yang ingin beralih ke ev tanpa harus membayar lebih mahal dibandingkan kompetitor tiongkok.
honda wr-v hybrid: solusi praktis untuk konsumen transisi
jika e:n1 adalah senjata masa depan, maka wr-v hybrid adalah mesin pencetak volume yang ditujukan untuk pasar saat ini.
mobil ini menjadi jawaban honda terhadap dominasi toyota yaris cross hybrid di segmen small hybrid suv.
wr-v hybrid mengadopsi teknologi e:hev i-mmd generasi terbaru, menggabungkan mesin 1,5 liter atkinson cycle dengan dua motor listrik.
hasilnya adalah torsi puncak 253 nm yang instan, akselerasi halus, dan efisiensi bahan bakar luar biasa—diperkirakan mencapai 25–28 km/liter.
sistem i-mmd honda juga menawarkan pengalaman berkendara lebih “langsung” dibandingkan toyota hybrid system, berkat transmisi e-cvt yang responsif.
desain wr-v hybrid mendapat facelift dengan tampilan lebih agresif, pelek 18 inci, dan lampu led penuh.
harga diprediksi rp400–450 juta, menjadikannya kandidat kuat sebagai “the people’s hybrid”: mobil harian yang irit, nyaman, dan praktis tanpa bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
model ini menyasar konsumen yang masih ragu beralih ke ev murni, tetapi ingin mengurangi ketergantungan pada bbm.
honda ye s7: flagship ev futuristik
sebagai puncak strategi elektrifikasi, honda menghadirkan ye s7, suv listrik premium yang menandai era baru bagi merek ini.
bagian dari lini global honda ye series, mobil ini tampil dengan desain radikal: siluet cuboid tajam, lampu led berbentuk huruf “h”, dan gril depan tertutup penuh.
platform baru yang dikembangkan khusus untuk ev membuat ye s7 diposisikan di atas cr-v, siap menantang tesla model y dan hyundai ioniq 5.
varian standar menggunakan rwd, sementara varian awd performance diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 500 hp.
interiornya futuristik dengan kokpit berbasis ai, dashboard tanpa tombol fisik, serta kontrol suara dan gesture.
baterai hasil kolaborasi dengan catl menawarkan jarak tempuh lebih dari 600 km, dengan kemampuan fast charging yang menambah 200 km hanya dalam 10 menit.
fitur honda sensing 360 plus membawa kemampuan semi-autonomous driving, termasuk lane change dan parkir otomatis.
logo “h” tanpa bingkai yang digunakan pada ye s7 bukan sekadar estetika, melainkan simbol rebranding honda: dari citra konservatif menjadi merek yang berani menghadirkan teknologi masa depan.