bacakoran.co

Suzuki Fronx 2026: Crossover Kompak Hybrid yang Tampil Premium dengan Harga Ekonomis

Suzuki Fronx 2026 hadir sebagai crossover kompak bergaya SUV dengan mesin mild hybrid, interior premium, dan efisiensi bahan bakar yang kompetitif.--Edited by ChatGPT AI

Keputusan ini bisa menjadi kelemahan bagi pengguna yang sering bepergian jauh, mengingat repair kit kurang efektif untuk kerusakan dinding samping ban.

Pengalaman Berkendara

BACA JUGA:Siap Bersaing, Suzuki Carry Pick Up 2026 Mantap Mengaspal Andalkan Terjangkau Dikantong dan Bak Luas!

BACA JUGA:Suzuki Carry Pick Up 2026 Masih Jadi Raja UMKM: Mesin Irit dan Bak Luas

Dalam uji jalan, Fronx menunjukkan peningkatan signifikan dibanding Baleno.

Suspensi terasa seimbang antara kenyamanan dan ketajaman, mampu menyerap benturan besar dengan baik meski agak kaku di permukaan bergelombang kecil.

Stabilitas di tikungan tajam juga mengesankan, dengan minim body roll berkat kekakuan struktural yang ditingkatkan.

Namun, suara mesin menjadi catatan penting.

Saat pedal gas ditekan lebih dari 30%, suara mesin terdengar bising dan kurang harmonis, berbeda dengan mesin turbocharged seperti Vitara 1.4L yang lebih tenang sekaligus responsif.

Akselerasi dan Efisiensi

Pengujian akselerasi 0–100 km/jam menunjukkan performa sesuai ekspektasi: moderat, konsisten, dan cukup untuk kebutuhan harian.

Transmisi otomatis bekerja halus dengan shift point yang terkalibrasi baik.

Data uji juga mengonfirmasi konsumsi bahan bakar aktual sekitar 6,6 L/100 km, tetap kompetitif untuk mobil urban dengan harga terjangkau.

Suzuki Fronx 2026: Crossover Kompak Hybrid yang Tampil Premium dengan Harga Ekonomis

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co - suzuki kembali menghadirkan gebrakan di segmen kendaraan urban dengan meluncurkan suzuki fronx 2026, sebuah crossover hatchback yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan mobil hemat bahan bakar, praktis, dan tetap bergaya suv.

model ini secara konseptual menggantikan baleno generasi sebelumnya, namun tetap menggunakan platform yang sama dengan penyesuaian besar pada dimensi dan identitas desain.

diproduksi di india, fronx hadir dengan kualitas perakitan lebih presisi, peredaman suara lebih baik, serta interior yang terasa lebih mewah dibanding pendahulunya.

dengan harga awal sekitar au$28.990, fronx menjadi salah satu opsi paling ekonomis di kelas mild-hybrid kompak, sebuah pencapaian penting di tengah tren kenaikan harga mobil baru.

eksterior: crossover dengan aura suv

desain luar fronx menegaskan karakter suv meski secara teknis ia adalah hatchback crossover.

gril depan berbentuk unik menyerupai “mata kucing menyipit” memberi kesan agresif, sementara lengkungan wheel arch yang terkesan menekan bodi menciptakan stance kokoh di jalan.

bagian belakang tampil modern dengan lampu full-width yang menyatu, dipadukan bumper bergaya bash plate untuk menambah kesan rugged.

roda alloy 16 inci dengan ban goodyear assurance triplemax 2 ukuran 195/60 r16 dipilih untuk menyeimbangkan bobot ringan mobil (1.064 kg) dengan efisiensi bahan bakar.

ban tipis ini bukan sekadar penghematan biaya, melainkan strategi teknis untuk mengurangi hambatan gulir dan meningkatkan respons akselerasi.

mesin dan performa

suzuki fronx 2026 ditenagai mesin bensin 1.5 liter 4-silinder naturally aspirated yang dipadukan dengan sistem mild-hybrid 48 volt.

sistem hybrid ini memang terbatas fungsinya—tidak mendukung mode listrik penuh atau dorongan torsi tambahan signifikan—namun tetap membantu efisiensi bahan bakar.

tenaga maksimum mencapai 76 kw (103 ps) pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 137 nm pada 4.400 rpm.

transmisi otomatis 6-percepatan torque converter menjadi satu-satunya pilihan, menggerakkan roda depan.

rasio tenaga terhadap bobot sebesar 71,43 kw per 1.000 kg membuat fronx cukup kompetitif dibanding beberapa kendaraan diesel di kelasnya.

konsumsi bahan bakar resmi tercatat 4,9 l/100 km, meski hasil uji intensif menunjukkan angka aktual sekitar 6,6 l/100 km—tetap efisien untuk penggunaan harian.

interior: premium feel di segmen ekonomis

masuk ke kabin, fronx menghadirkan nuansa premium yang jarang ditemui di kelas harga ini.

panel dashboard memadukan trim metallic cokelat maron dengan piano black, menciptakan kesan elegan meski rentan sidik jari.

jok menggunakan kombinasi leatherette dengan stitching ekspos dan sisipan suede, sementara door trim memperkuat kesan mewah.

kursi pengemudi dilengkapi pengaturan ketinggian dan kolom kemudi tilt-and-reach, memastikan posisi berkendara ideal.

sistem infotainment berlayar sentuh sederhana tetap dilengkapi tombol fisik permanen, wireless charger, heated seats, dan head-up display berbasis plastic reflector.

meski bukan proyeksi langsung ke kaca depan, fitur ini tetap menjadi nilai tambah. ruang kabin belakang cukup lega, meski ventilasi ac hanya tersedia di bagian depan.

bagasi dan utilitas

kapasitas bagasi standar fronx mencapai 304 liter, angka yang moderat karena lantai bagasi cukup tinggi.

namun fleksibilitasnya luar biasa: lantai bagasi bisa diturunkan atau dilepas, sementara kursi belakang dengan konfigurasi 60:40 memungkinkan ekspansi hingga 1.009 liter.

fitur tambahan seperti shopping hook, kompartemen samping, dan bottle holder besar menambah kepraktisan.

sayangnya, tidak tersedia soket 12v di bagasi, dan suzuki memilih tyre repair kit alih-alih ban cadangan.

keputusan ini bisa menjadi kelemahan bagi pengguna yang sering bepergian jauh, mengingat repair kit kurang efektif untuk kerusakan dinding samping ban.

pengalaman berkendara

dalam uji jalan, fronx menunjukkan peningkatan signifikan dibanding baleno.

suspensi terasa seimbang antara kenyamanan dan ketajaman, mampu menyerap benturan besar dengan baik meski agak kaku di permukaan bergelombang kecil.

stabilitas di tikungan tajam juga mengesankan, dengan minim body roll berkat kekakuan struktural yang ditingkatkan.

namun, suara mesin menjadi catatan penting.

saat pedal gas ditekan lebih dari 30%, suara mesin terdengar bising dan kurang harmonis, berbeda dengan mesin turbocharged seperti vitara 1.4l yang lebih tenang sekaligus responsif.

akselerasi dan efisiensi

pengujian akselerasi 0–100 km/jam menunjukkan performa sesuai ekspektasi: moderat, konsisten, dan cukup untuk kebutuhan harian.

transmisi otomatis bekerja halus dengan shift point yang terkalibrasi baik.

data uji juga mengonfirmasi konsumsi bahan bakar aktual sekitar 6,6 l/100 km, tetap kompetitif untuk mobil urban dengan harga terjangkau.

Tag
Share