bacakoran.co

Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, BGN Ungkap Kuah Soto Terkontaminasi E. coli

Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, BGN Ungkap Kuah Soto Terkontaminasi E. coli--VOI

Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, BGN Ungkap Kuah Soto Terkontaminasi E. coli

Ayu

Ayu


bacakoran.co - badan gizi nasional (bgn) mengungkap hasil laboratorium terkait kasus keracunan program makan bergizi gratis (mbg) di sman 2 kudus, jawa tengah, yang mengakibatkan ratusan siswa mengalami gangguan pencernaan.

peristiwa ini menjadi sorotan publik karena program mbg sejatinya dirancang untuk mendukung kesehatan siswa, namun justru menimbulkan masalah serius.

wakil kepala bgn bidang komunikasi publik dan investigasi, nanik sudaryati deyang, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil laboratorium dinas kesehatan provinsi jawa tengah, penyebab gangguan pencernaan tersebut adalah kontaminasi bakteri e. coli pada kuah soto yang disajikan dalam menu mbg.  

"hasil uji laboratorium dinas kesehatan provinsi jawa tengah menunjukkan adanya bakteri e. coli pada kuah soto dan sambal. temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan," kata dia di jakarta, jumat.  

selain itu, bgn juga melakukan investigasi mendalam terhadap proses pengolahan makanan.

dari hasil penelusuran, ditemukan bahwa dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (sppg) purwosari yang bertanggung jawab mengolah dan mendistribusikan makanan belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan, sanitasi, dan higienitas pangan.

kondisi ini jelas bertentangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga menjadi faktor utama yang memicu terjadinya kontaminasi.  

nanik menegaskan bahwa bgn tidak hanya fokus pada kasus di kudus, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mitra penyedia makanan mbg di berbagai daerah.

hal ini dilakukan untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara mbg di daerah lain. standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar," ujarnya.  

sebagai tindak lanjut, bgn berkomitmen memperkuat pengawasan, memberikan pendampingan teknis, serta menegakkan standar operasional prosedur (sop) bagi seluruh dapur penyedia mbg.

langkah ini diambil agar pelaksanaan program benar-benar berjalan aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

tidak hanya itu, bgn juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk memastikan setiap tahapan pengolahan makanan dilakukan dengan standar yang ketat.  

"kami ingin memastikan program ini berjalan sesuai tujuan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak. evaluasi dan perbaikan akan terus kami lakukan," ujarnya.  

kasus keracunan di sman 2 kudus menjadi peringatan keras bahwa aspek kebersihan dan keamanan pangan tidak boleh diabaikan dalam program sebesar mbg.

program yang seharusnya mendukung kesehatan siswa justru bisa berbalik menjadi ancaman bila standar tidak dijalankan dengan disiplin.

dengan langkah evaluasi, pengawasan, dan perbaikan yang dilakukan bgn, diharapkan ke depan program mbg dapat kembali dipercaya masyarakat sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kesehatan generasi muda.

Tag
Share