Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Indonesia, Tak Lagi Sekadar Bangun TPA, Ini Penjelasan Mensesneg
Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Indonesia, Tak Lagi Sekadar Bangun TPA, Ini Penjelasan Mensesneg--
BACAKORAN.CO - Persoalan sampah di Indonesia kini memasuki babak baru.
Jika sebelumnya isu ini kerap dipersempit pada pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau urusan teknis semata, kini pemerintah mulai mengubah cara pandang secara lebih komprehensif.
Pendekatan berbasis sains, data, dan edukasi masyarakat digeser menjadi fondasi utama dalam merumuskan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada satu solusi tunggal yang bisa diterapkan untuk seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Skandal Epstein Menyeret Mantan Dubes Inggris: Peter Mandelson Diselidiki Polisi London
Setiap daerah memiliki karakteristik sampah yang berbeda, baik dari segi volume, jenis, maupun pola konsumsi masyarakatnya.
Karena itu, penerapan teknologi pengelolaan sampah tidak bisa disamaratakan tanpa mempertimbangkan konteks lokal.
Indonesia, menurut Prasetyo, sebenarnya sudah memiliki banyak hasil riset terkait pengelolaan sampah.
Penelitian-penelitian tersebut tidak hanya membahas teknologi pengolahan, tetapi juga mengklasifikasikan sampah berdasarkan jenjang dan skala.
BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, BGN Siapkan 4 Mekanisme Penyalurannya
Mulai dari sampah rumah tangga di tingkat RT dan RW, hingga karakter sampah di kota-kota besar yang volumenya bisa mencapai ribuan ton per hari.
“Dalam satu kota itu ada ukurannya. Waste to energy, misalnya, hanya relevan diterapkan di daerah dengan volume sampah di atas 1.000 ton per hari. Kalau skalanya sebesar itu, tentu jenis peralatan dan teknologinya berbeda dengan pengolahan sampah rumah tangga di lingkungan,” ujar Prasetyo.
Pendekatan berbasis riset ini dinilai krusial untuk mencegah inefisiensi.
Penerapan teknologi canggih di daerah dengan volume sampah kecil berisiko menimbulkan beban biaya yang tidak sebanding.