bacakoran.co

20 Siswi SD di Percut Seituan Deliserdang Diduga Jadi Korban Pelecehan Kakek Pedagang Mainan

Puluhan siswi SD di Percut Seituan, Deliserdang, diduga dilecehkan pedagang mainan berusia 63 tahun. Kasus mencuat setelah laporan guru ke polisi./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

"Guru dan kepala sekolah langsung menemui terduga pelaku di lapangan pintu masuk sekolah. Kebetulan beliau itu tengah menyusun barangnya. Kami menanyakan kepada pihak Bhabinkamtibmas bahwa terduga pelaku ini mengakui mencium bibir dan pipi korban," jelas Zulfan.

Selain melakukan pelecehan fisik, L juga mengiming-imingi para korban dengan uang Rp2.000. 

Setelah itu, ia memfoto mereka menggunakan telepon genggam miliknya.

"Terduga pelaku ini mengakui hanya mencium bibir dan pipi para korban. Dia mengaku memberi Rp2.000 untuk setiap siswa. Dari hasil pengembangan ada sekitar 20 orang korbannya," paparnya.

Reaksi Masyarakat

BACA JUGA:Kasasi Ditolak, Anak Koruptor Mario Dandy Tetap Dihukum 6 Tahun Penjara Kasus Pencabulan!

BACA JUGA:Ada Darah di Celana Dalam Siswi Kelas 2 SD, Keluarga Lapor Polisi Dugaan Pencabulan

Kabar mengenai dugaan pencabulan ini dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. 

Warga yang marah berbondong-bondong mendatangi sekolah untuk mencari pelaku. 

Untuk menghindari amukan massa, L segera diamankan ke kantor desa.

"Karena massa sudah berkumpul di kantor desa makanya terduga pelaku langsung dibawa ke Polrestabes Medan," ungkap Zulfan.

Latar Belakang Pelaku

L diketahui sudah berkeluarga dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang mainan serta beras. 

Kehadirannya di sekitar sekolah selama ini dianggap biasa oleh masyarakat, hingga akhirnya kasus ini mencuat.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan orang tua, guru, dan masyarakat. 

Puluhan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar harus menghadapi trauma akibat tindakan pelecehan. 

Aparat kepolisian kini menangani kasus tersebut, sementara pihak sekolah dan desa berupaya memberikan pendampingan kepada para korban.

20 Siswi SD di Percut Seituan Deliserdang Diduga Jadi Korban Pelecehan Kakek Pedagang Mainan

Rida Satriani

Rida Satriani


bacakoran.co – kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan siswi sekolah dasar di kecamatan percut seituan, kabupaten deliserdang, sumatera utara, menggemparkan masyarakat. 

seorang pria lanjut usia berinisial l (63), yang sehari-hari berjualan mainan dan beras, diduga melakukan pelecehan terhadap anak-anak di sekitar sekolah.

peristiwa ini pertama kali terungkap pada kamis (5/2), ketika seorang siswi melaporkan kepada gurunya bahwa temannya dilecehkan oleh l di depan sekolah. 

l diketahui kerap berjualan di area pintu masuk sekolah, sehingga mudah berinteraksi dengan para murid.

kepala dusun xx, zulfan, menjelaskan bahwa laporan awal tersebut menjadi pintu masuk pengungkapan kasus.

"perbuatan asusila itu terungkap setelah salah satu murid mengadu ke gurunya yang melihat temannya dilecehkan oleh terduga pelaku di depan sekolah saat para korban membeli barang dagangannya," ujarnya dilansir bacakoran.co dari cnnindonesia.com, jumat (6/2).

setelah laporan diterima, guru segera menyampaikan informasi kepada kepala sekolah. 

kasus kemudian diteruskan ke perangkat desa dan aparat setempat. 

dari hasil penelusuran, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 20 orang.

"terungkapnya ada salah seorang siswi yang mengadu ke gurunya. lalu guru melapor ke kepala sekolah. akhirnya setelah ditelusuri anak-anak ini mengakui bahwa mereka telah dilecehkan oleh terduga pelaku," tambah zulfan.

pengakuan pelaku

guru bersama bhabinkamtibmas mendatangi l yang saat itu sedang menyusun barang dagangannya. 

dalam interogasi singkat, l mengakui perbuatannya terhadap sejumlah murid.

"guru dan kepala sekolah langsung menemui terduga pelaku di lapangan pintu masuk sekolah. kebetulan beliau itu tengah menyusun barangnya. kami menanyakan kepada pihak bhabinkamtibmas bahwa terduga pelaku ini mengakui mencium bibir dan pipi korban," jelas zulfan.

selain melakukan pelecehan fisik, l juga mengiming-imingi para korban dengan uang rp2.000. 

setelah itu, ia memfoto mereka menggunakan telepon genggam miliknya.

"terduga pelaku ini mengakui hanya mencium bibir dan pipi para korban. dia mengaku memberi rp2.000 untuk setiap siswa. dari hasil pengembangan ada sekitar 20 orang korbannya," paparnya.

reaksi masyarakat

kabar mengenai dugaan pencabulan ini dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. 

warga yang marah berbondong-bondong mendatangi sekolah untuk mencari pelaku. 

untuk menghindari amukan massa, l segera diamankan ke kantor desa.

"karena massa sudah berkumpul di kantor desa makanya terduga pelaku langsung dibawa ke polrestabes medan," ungkap zulfan.

latar belakang pelaku

l diketahui sudah berkeluarga dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang mainan serta beras. 

kehadirannya di sekitar sekolah selama ini dianggap biasa oleh masyarakat, hingga akhirnya kasus ini mencuat.

kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan orang tua, guru, dan masyarakat. 

puluhan anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar harus menghadapi trauma akibat tindakan pelecehan. 

aparat kepolisian kini menangani kasus tersebut, sementara pihak sekolah dan desa berupaya memberikan pendampingan kepada para korban.

Tag
Share