Para Juara Belum Jaminan Lolos Seleknas PBSI 2026, Masih Ada Tes Lanjutan, Dag Dig Dug Gak Sih!
Para peserta Seleknas PBSI 2026 berlanjut jalani seleksi lanjutan-PBSI-
BACA JUGA:PBSI Rombak 2 Pasangan Ganda Putri, Langsung Diuji di Daihatsu Indonesia Masters 2026
Tim pemandu bakat Seleknas PBSI 2026 terdiri atas perwakilan klub dan daerah, yakni Hendrawan (PB Djarum Kudus), Bambang Supriyanto (PB Jaya Raya), Yoga Ukikasah (PB Mutiara Cardinal), serta Hendra Aprida Gunawan (Pelatprov PBSI Jawa Timur).
Tim ini bertugas melakukan pemetaan potensi atlet secara komprehensif, mencakup aspek prestasi, teknik, fisik, serta karakter dan kesiapan psikologis.
Salah satu anggota tim pemandu bakat, Bambang Supriyanto, menegaskan pentingnya kesungguhan atlet dalam menjalani seluruh tahapan seleksi, khususnya tes psikologis.
“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, terdapat atlet yang secara teknis telah memenuhi ekspektasi, namun hasil tes psikologisnya belum optimal. Oleh karena itu, kami berharap seluruh atlet dapat mengikuti dan mengisi tes psikologis dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kesiapan mereka,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menilai kualitas atlet pada Seleknas PBSI 2026 secara umum berada pada level yang sangat baik dan sesuai dengan proyeksi tim pemandu bakat.
“Secara keseluruhan, kualitas atlet Seleknas PBSI 2026 sesuai dengan yang telah kami perkirakan. Terdapat beberapa atlet yang tampil di luar dugaan," ujarnya.
BACA JUGA:Tanpa Tanding, Peringkat Gregoria Aman, Begini Penjelasan PBSI
"Awalnya kami memproyeksikan atlet kelahiran 2008, namun sejumlah atlet kelahiran 2007 justru mampu menunjukkan performa yang sesuai dengan kriteria. Faktor kesiapan, kualitas persiapan, serta kemauan yang kuat menjadi pembeda, sehingga terdapat beberapa hasil di luar prediksi, termasuk gugurnya atlet unggulan di babak delapan besar,” tambahnya.
Terkait kriteria pemilihan atlet, Bambang menjelaskan bahwa prestasi dan kualitas teknik menjadi indikator utama dalam proses seleksi menuju Pelatnas PBSI.
“Prestasi menjadi indikator pertama, kemudian diikuti dengan kualitas teknik. Dalam sistem pertandingan 21 poin yang digunakan saat ini, kualitas teknik menjadi aspek yang sangat krusial," ujarnya.
"Atlet dengan teknik dasar yang kurang memadai akan sulit dikembangkan secara optimal, terlebih jika hanya mengandalkan kekuatan fisik,” lanjut Bambang.
Berikut hasil pertandingan final Seleksi Nasional PBSI 2026 di masing-masing sektor:
• Ganda Taruna Campuran (GTC) Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia (PB Djarum Kudus) mengalahkan Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica (PB Djarum Kudus) dengan skor 21-18, 21-17.
