bacakoran.co

Balita Tewas Tenggelam di Galian Septic Tank Proyek Bangunan Untuk Koperasi Merah Putih

Balita di tewas di lubang saptic tank proyek bangunan koperasi Merah Putih di Kabupaten PALI. (foto : ist)--

BACAKORAN.CO -- Peristiwa memilukan, Minggu sore 8 Februari 2026 sekira pukul 18.00 WIB terjadi di Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Seorang balita yang bernama Rayan (5) ditemukan tak bernyawa di dalam galian saptic tank di area proyek bangunan yang informasinya akan dijadikan Koperasi Merah Putih.

Belum diketahui pasti penyebab korban bisa tenggelam di galian yang berisi air tersebut. Dugaan sementara korban tenggelam akibat terjatuh.

Keterangan yang dihimpun, hari itu sejak sore hari, orang tua korban mencari keberadaan putra keduanya itu. Sebab hari itu sejak siang hari, korban tidak pulang-pulang ke rumah.

BACA JUGA:Tragis! Longsor Pangalengan Bandung Tewaskan 2 Balita, Rumah Warga Jebol Dihantam Tanah

BACA JUGA:Pilu, Lepas Pengawasan Ibu Kandung, Balita Hanyut , Keesokan Hari Ditemukan Tewas 2 KM Dari Lokasi Kejadian

Perasaan was-was kian menjadi karena hingga menjelang magrib, bocah balita itu tak kunjung nampak batang hidungnya.

Sejumlah tetanggapun membantu melakukan pencarian di sekitar rumah dan beberapa tempat yang sering di jadikan tempat bermain anak-anak.

Tiba-tiba saja terdengar jerit histeris karena korban Rayan ditemukan tak bernyawa di salah satu lubang galian berisi air yang diduga untuk septic tank yang ada di area proyek pembangunan tak jauh dari rumah korban. Korban langsung di evakuasi ke rumah duka.

Sejumlah warga menduga, korban tewas setelah terjatuh atau terperosok ke dalam galian septic tank yang berada di lokasi proyek bangunan tersebut. Korban tidak mampu keluar karena galian berisi air dengan kedalaman sekitar 1 meter lebih.

BACA JUGA:Gegara Ini Persija Dipermalukan Arema FC di Kandang, Meski Kuasai Pertandingan

BACA JUGA:Satu Ditangkap, Begal Kembali Beraksi Lagi di Empat Lawang, Pelaku Bacok Kurir Paket

“Anak itu masuk ke galian septic tank bangunan koperasi yang penuh air. Kemungkinan besar korban tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar Dino, salah satu warga seperti dikutip dari svectrum.com.

Diketahui, diareal proyek bangunan Koperasi Merah Putih tersebut terdapat sejumlah galian yang tidak diberi pengaman. Warga berharap adanya peningkatan pengamanan di area pembangunan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Balita Tewas Tenggelam di Galian Septic Tank Proyek Bangunan Untuk Koperasi Merah Putih

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- peristiwa memilukan, minggu sore 8 februari 2026 sekira pukul 18.00 wib terjadi di simpang bandara,  kecamatan talang ubi, kabupaten penukal abab lematang ilir (pali), sumatera selatan.

seorang yang bernama rayan (5) ditemukan tak bernyawa di dalam galian di area proyek bangunan yang informasinya akan dijadikan .

belum diketahui pasti penyebab korban bisa tenggelam di galian yang berisi air tersebut. dugaan sementara korban tenggelam akibat terjatuh.

keterangan yang dihimpun, hari itu sejak sore hari, orang tua korban mencari keberadaan putra keduanya itu. sebab hari itu sejak siang hari, korban tidak pulang-pulang ke rumah.

perasaan was-was kian menjadi karena hingga menjelang magrib, bocah balita itu tak kunjung nampak batang hidungnya.

sejumlah tetanggapun membantu melakukan pencarian di sekitar rumah dan beberapa tempat yang sering di jadikan tempat bermain anak-anak.

tiba-tiba saja terdengar jerit histeris karena korban rayan ditemukan tak bernyawa di salah satu lubang galian berisi air yang diduga untuk septic tank yang ada di area proyek pembangunan tak jauh dari rumah korban. korban langsung di evakuasi ke rumah duka.

sejumlah warga menduga, korban tewas setelah terjatuh atau terperosok ke dalam galian septic tank yang berada di lokasi proyek bangunan tersebut. korban tidak mampu keluar karena galian berisi air dengan kedalaman sekitar 1 meter lebih.

“anak itu masuk ke galian septic tank bangunan koperasi yang penuh air. kemungkinan besar korban tenggelam dan tidak bisa menyelamatkan diri,” ujar dino, salah satu warga seperti dikutip dari svectrum.com.

diketahui, diareal proyek bangunan koperasi merah putih tersebut terdapat sejumlah galian yang tidak diberi pengaman. warga berharap adanya peningkatan pengamanan di area pembangunan agar peristiwa serupa tidak terulang.

sementara itu, lurah handayani mulya, sarnadi, membenarkan kejadian tersebut. ia menyebut galian septic tank di lokasi bangunan belum ditutup oleh pekerja.

"benar ada kejadian tersebut. galian septic tank belum ditutup, sehingga kemungkinan korban jatuh ke dalamnya. saat ini kami berada di rumah duka," jelas sarnadi ketika dikonfirmasi wartawan.

Tag
Share