bacakoran.co

3 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Diamankan Polisi

Tiga pelajar SMA diduga menyiram air keras ke siswa SMK di Jakarta Pusat. Satu korban alami luka serius di mata, polisi kini memburu para pelaku./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

3 Pelajar Pelaku Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih Diamankan Polisi

Yudha IP

Yudha IP


bacakoran.co - kepolisian resor metro jakarta pusat mengamankan tiga pelajar yang diduga terlibat dalam aksi terhadap siswa sekolah menengah kejuruan (smk) di jalan cempaka raya, .

peristiwa tersebut terjadi pada jumat (6/2/2026) dan sempat menimbulkan keresahan masyarakat setelah rekaman kejadian beredar luas di media sosial.

kasat reskrim polres metro jakarta pusat, akbp roby heri saputra, membenarkan bahwa ketiga terduga pelaku telah diamankan oleh .

“iya sudah diamankan,” kata kasat reskrim polres metro jakarta pusat, akbp roby heri saputra, senin (9/2/2026).

berdasarkan hasil pendalaman awal penyidik, diketahui bahwa seluruh terduga pelaku masih berstatus sebagai pelajar dan berusia di bawah umur.

atas dasar tersebut, penanganan perkara ini diserahkan kepada unit perlindungan perempuan dan anak (ppa) polres metro jakarta pusat.

penanganan oleh unit khusus dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang mengatur tentang anak yang berhadapan dengan hukum.

“karena ketiganya masih anak di bawah umur, maka ditangani oleh ppa polres metro jakarta pusat,” ungkap kasi humas polres metro jakarta pusat, iptu erlyn sumantri.

insiden ini berawal dari pergerakan tiga pelajar yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor di kawasan jalan cempaka raya.

berdasarkan keterangan kepolisian, ketiganya sempat berhenti di pinggir jalan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

pada waktu yang hampir bersamaan, dari arah berlawanan melintas tiga pelajar lain yang juga berboncengan menggunakan sepeda motor.

dalam situasi berpapasan tersebut, salah satu pelaku diduga melakukan tindakan berbahaya dengan menyiramkan cairan ke arah para pelajar dari kendaraan yang berlawanan.

“intinya bertiga orang ini bonceng motor, terus kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. terus disiram,” kata roby.

akibat peristiwa tersebut, salah satu korban mengalami cedera, terutama pada bagian mata.

korban kemudian segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit untuk mencegah dampak yang lebih serius.

setelah menjalani perawatan, kondisi korban dilaporkan membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah.

“sekarang posisinya sudah di rumah. kemarin sempat dirawat di rumah sakit sebentar, tapi habis itu sudah pulang,” ujar roby.

pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku.

pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta memastikan rangkaian kejadian secara menyeluruh.

selain itu, penyidik juga masih mendalami motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut, mengingat belum ditemukan adanya konflik yang jelas antara pelaku dan korban sebelum kejadian.

orang tua korban telah melaporkan insiden ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

namun demikian, pemeriksaan terhadap korban sempat tertunda karena kondisi kesehatan korban pascakejadian.

meski begitu, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

penanganan kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan pelaku dan korban yang masih berusia pelajar.

selain menimbulkan risiko cedera fisik, kejadian ini juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi korban dan lingkungan sekitarnya.

kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara profesional dan transparan, dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak.

masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwenang.

kasus penyiraman air keras di cempaka putih ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap remaja, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan di ruang publik.

Tag
Share