Lebih dari Kata Guru: Mengapa ‘Cikgu’ Jadi Istimewa di Malaysia
Lebih dari Kata Guru: Mengapa ‘Cikgu’ Jadi Istimewa di Malaysia--CNN Indonesia
BACAKORAN.CO - Dalam percakapan sehari-hari di Malaysia, satu kata yang begitu akrab dan penuh makna sering terdengar: “Cikgu.”
Sekilas, bagi orang luar Malaysia, kata ini mungkin hanya dipahami sebagai “guru” atau “pengajar.”
Namun, jika ditelusuri lebih jauh, “Cikgu” bukan sekadar sebutan profesi, melainkan sebuah simbol penghormatan, kedekatan emosional, dan pengakuan terhadap peran mulia seorang pendidik dalam masyarakat.
Secara etimologi, “Cikgu” berasal dari gabungan kata “Encik” dan “Guru.” “Encik” adalah panggilan hormat untuk laki-laki, mirip dengan “Bapak” atau “Tuan” dalam bahasa Indonesia, sedangkan “Guru” merujuk pada sosok pengajar.
BACA JUGA:Tahukah Kamu? Doa Agar Suami Tidak Pelit yang Bisa Kamu Amalkan, Dijamin Manjur!
Ketika kedua kata ini digabungkan, lahirlah istilah “Cikgu” yang secara otomatis mengangkat derajat seorang pengajar ke posisi yang terhormat.
Dengan kata lain, bahasa Malaysia sejak awal telah menanamkan nilai penghormatan tinggi terhadap figur yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun, makna “Cikgu” tidak berhenti di ruang kelas. Dalam kehidupan sehari-hari, siapa pun yang memberikan bimbingan, mengajarkan keterampilan, atau sekadar menyalurkan nasihat bijak sering dipanggil “Cikgu.”
Seorang pelatih silat, seorang mentor bisnis, bahkan seorang tetua kampung yang membagikan kebijaksanaan hidup bisa saja dipanggil dengan sebutan ini.
BACA JUGA:Adidas Cloudfoam Pure & Lite Racer: Sepatu Walking Ringan dan Stylish untuk Gaya Hidup Aktif
BACA JUGA:Brooks Adrenaline GTS: Sepatu Walking Premium dengan Dukungan Ekstra untuk Wanita Aktif
Hal tersebut mencerminkan bahwa peran “Cikgu” melampaui kurikulum akademik; mereka adalah agen pembentuk karakter, penjaga nilai moral, dan teladan yang patut dicontoh.
Hubungan antara murid dan “Cikgu” di Malaysia juga memiliki keunikan tersendiri.