bacakoran.co - tragis melibatkan bus tingkat indorent dan truk boks terjadi di ruas tol ngawi–solo km 566 a, tepatnya di wilayah desa bangunrejo kidul, kecamatan kedunggalar, kabupaten ngawi, kamis (12/2/2026) pagi.
insiden ini menewaskan satu orang awak bus dan menyebabkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
peristiwa tersebut kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
selain faktor cuaca berupa kabut tebal yang membatasi jarak pandang, karakter jalur tol yang lurus dan panjang juga disebut berpotensi memicu kelelahan pengemudi.
saat kejadian berlangsung, kondisi jalan dilaporkan tertutup kabut cukup pekat.
jarak pandang pengemudi menjadi terbatas, sehingga respons terhadap situasi di depan kendaraan tidak maksimal.
kondisi cuaca seperti ini memang kerap terjadi pada pagi hari di wilayah ngawi, terutama saat suhu udara rendah dan kelembapan tinggi.
kabut yang menutup jalur tol berisiko menurunkan visibilitas, terutama bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
dalam situasi seperti ini, kewaspadaan ekstra dan pengurangan kecepatan menjadi faktor krusial untuk mencegah kecelakaan beruntun.
selain cuaca, kepolisian juga menyoroti kontur jalan di ruas tol ngawi–solo yang relatif lurus dan panjang.
meski secara teknis jalur tersebut dinilai aman, karakter lintasan seperti ini justru dapat memicu “titik lelah” pada pengemudi jarak jauh.
kanit gakkum satlantas polres ngawi, iptu agus hariyanto, menjelaskan bahwa jalur lurus dalam durasi panjang dapat menurunkan konsentrasi pengemudi.
minimnya variasi medan membuat fokus berkurang secara perlahan tanpa disadari.
“secara kontur jalan relatif aman, tetapi karena lintasannya lurus dan panjang, itu menjadi titik lelah pengemudi,” jelasnya, jumat (13/2/2026).
fenomena ini dikenal sebagai highway hypnosis, yakni kondisi ketika pengemudi tetap mengemudi namun respons terhadap lingkungan sekitar menjadi lambat akibat kelelahan dan monotoninya perjalanan.
bus tingkat indorent dengan nomor polisi b 7107 tge yang melayani rute jakarta–malang tersebut menabrak bagian belakang truk boks di depannya.
setelah benturan awal, bus kehilangan kendali, menghantam pembatas jalan, lalu terguling ke parit di sisi tol.
benturan keras menyebabkan sejumlah penumpang terlempar dan mengalami luka.
seorang pramugari bus, naura rindha cantika (21), meninggal dunia akibat cedera kepala.
puluhan penumpang dan kru lainnya mengalami luka ringan hingga sedang dan langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di ngawi untuk mendapatkan perawatan medis.
pihak kepolisian memastikan bahwa bus tersebut dioperasikan oleh dua sopir yang bergantian mengemudi selama perjalanan.
berdasarkan keterangan sementara, pergantian sopir dilakukan di wilayah cirebon sebelum perjalanan dilanjutkan menuju jawa timur.
namun, hingga saat ini polisi belum dapat meminta keterangan langsung dari sopir yang mengemudikan bus saat kecelakaan terjadi.
pengemudi masih menjalani perawatan intensif di rs widodo ngawi akibat luka yang diderita.
“kami masih menunggu kondisi sopir membaik sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar petugas.
setelah mendapatkan penanganan medis, seluruh penumpang yang kondisinya stabil diberangkatkan kembali menggunakan bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan para penumpang yang terdampak.
peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya manajemen keselamatan dalam perjalanan jarak jauh, terutama pada jalur tol dengan karakter lurus dan panjang.
beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi keselamatan antara lain:
- manajemen jam kerja dan istirahat pengemudi
- pengaturan kecepatan saat visibilitas rendah
- pemeriksaan rutin kondisi kendaraan
- edukasi mitigasi risiko kabut dan cuaca ekstrem
kecelakaan di tol ngawi–solo ini menjadi refleksi bahwa faktor cuaca dan kelelahan pengemudi tetap menjadi risiko utama, meskipun infrastruktur jalan dalam kondisi baik.
kecelakaan bus indorent di tol ngawi–solo tidak hanya dipengaruhi oleh kabut tebal yang membatasi jarak pandang, tetapi juga faktor kelelahan akibat lintasan jalan yang lurus dan panjang.
insiden ini menewaskan satu awak bus dan melukai puluhan penumpang.
penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menunggu kondisi sopir pulih untuk dimintai keterangan.
peristiwa ini sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan transportasi jarak jauh di indonesia.