Prabowo Tegaskan Evaluasi Dana Desa: Penyaluran Selama 10 Tahun Banyak yang Tak Sampai ke Rakyat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).--YouTube/Sekretariat Presiden
JAKARTA, BACAKORAN.CO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakui bahwa penyaluran Dana Desa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Menurutnya, sebagian dana yang dikucurkan pemerintah pusat tidak sampai secara optimal kepada rakyat desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti persoalan tata kelola Dana Desa yang masih menyisakan berbagai permasalahan mendasar.
“Selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat. Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum karena tidak dapat mempertanggungjawabkan dengan baik penggunaan dana tersebut,” ujar Prabowo.
BACA JUGA:Diserang Soal Anggaran, Prabowo Balik Sindir Budaya Rapat dan Seminar di Hotel!
BACA JUGA:Kecelakaan Bus Indorent di Tol Ngawi–Solo: Kabut Tebal dan Faktor Kelelahan Jadi Sorotan
Ia menilai, fakta tersebut menjadi cerminan bahwa sistem pengawasan dan pertanggungjawaban Dana Desa masih lemah.
Prabowo menegaskan bahwa banyaknya aparat desa yang tersangkut persoalan hukum tidak dapat dilepaskan dari tata kelola anggaran yang belum tertib dan transparan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah pusat sebenarnya telah mengalokasikan Dana Desa secara konsisten selama satu dekade terakhir.
Namun, arah pemanfaatan dan efektivitas penyalurannya dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat desa.
“Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri Dana Desa kepada desa-desa kita. Sekarang kita akan mengarahkan,” kata Prabowo.
BACA JUGA:Viral! Hujan Es Sebesar Kelereng Terjang Babadan Magelang, Bikin Warga Heboh
BACA JUGA:Investigasi Al Jazeera: Ribuan Warga Palestina Disebut “Lenyap” Akibat Senjata Suhu Tinggi di Gaza