Waspada! 5 Hal Ini Bisa Bikin Pahala Puasa Kamu Batal Habis Ala Ustadzah Halimah Alaydrus
5 perkara yang bisa membuat pahala puasa kamu batal habis total. Mulai dari ghibah, namimah, kadzib, hingga sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.--Tiktok-@clipp670
BACA JUGA:Menelan Ingus Bisa Membatalkan Puasa, Benarkah? Begini Penjelasan Syaikh Sa'ad bin Turki Al Khotslan
BACA JUGA:8 Hal yang Dianggap Dapat Membatalkan Puasa Ternyata Tidak, Apa Saja Itu?
Ustadzah Halimah menekankan bahwa namimah tidak hanya merusak keharmonisan lingkungan tetapi juga sangat berdampak pada nilai pahala puasa.
Ketika kita terlibat dalam adu domba, hati kita akan dipenuhi dengan rasa benci dan permusuhan yang bertentangan dengan esensi puasa yang penuh kedamaian.
3. Kadzib (Bohong): Berbicara Tidak Sesuai Kebenaran
Bohong adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam, baik dalam keadaan berpuasa maupun tidak.
BACA JUGA:Ngupil Memiliki Potensi Membatalkan Puasa, Kok Bisa? Begini Penjelasan Buya Yahya..
BACA JUGA:Hati-hati Guys! Menangis Bisa Membatalkan Puasa, Benarkah? Yuk Simak Penjelasannya
Ustadzah Halimah menjelaskan bahwa kadzib bisa membuat pahala puasa kita hilang karena ibadah yang kita lakukan tidak lagi sesuai dengan kebenaran.
Puasa yang seharusnya melatih kita untuk menjadi pribadi yang jujur justru akan sia-sia jika kita masih sering berbohong kepada orang lain.
4. Sumpah Palsu: Menggunakan Nama Allah dengan Sembarangan
Sumpah palsu adalah perbuatan mengambil sumpah dengan menggunakan nama Allah SWT namun tidak sesuai dengan kenyataan.
BACA JUGA:Apakah Menelan Debu Saat Berkendara Dapat Membatalkan Puasa? Begini Pendapat Para Ulama...
BACA JUGA:5 Penggunaan Obat yang Tidak Membatalkan Puasa, Apa Saja?
Ustadzah Halimah menegaskan bahwa hal ini adalah dosa yang sangat berat dan bisa membuat pahala puasa kita batal habis total.
Sumpah seharusnya menjadi bentuk janji yang kita jaga dengan baik, bukan alat untuk menyembunyikan kebohongan atau memenuhi keinginan pribadi.
5. Melihat dengan Syahwat: Tidak Mengontrol Pandangan
Puasa tidak hanya melarang makan dan minum, tetapi juga melatih kita untuk mengontrol hawa nafsu, termasuk pandangan.