bacakoran.co – laut karibia kembali menjadi panggung dramatis operasi militer serikat (as).
seorang marinir muda, kopral chukwuemeka oforah (21), tewas setelah terjatuh dari amfibi uss iwo jima usai insiden tabrakan dua kapal perang as saat pengisian bahan bakar di laut.
peristiwa ini menambah sorotan terhadap intensitas dan risiko besar dalam operasi militer as di kawasan tersebut.
kronologi tabrakan di tengah operasi
insiden terjadi pada rabu (11/2/2026) ketika kapal perusak berpeluru kendali uss truxtun bertabrakan dengan kapal suplai cepat usns supply.
keduanya sedang melakukan replenishment at sea (ras), yakni proses pengisian bahan bakar dan logistik ketika kapal berlayar berdampingan.
proses ini menuntut koordinasi presisi karena kapal harus bergerak sangat dekat satu sama lain.
meski rutin dilakukan, tabrakan tetap menjadi risiko tinggi, terutama di laut lepas yang dinamis.
dalam insiden ini, dua pelaut mengalami luka ringan dan kini dilaporkan stabil.
namun, tragedi menimpa kopral oforah yang terjatuh ke laut dan baru dinyatakan meninggal setelah operasi pencarian selama 72 jam nonstop.
tantangan logistik dan faktor manusia
pengisian bahan bakar di laut lepas bukan sekadar rutinitas teknis.
usns supply, meski dimiliki angkatan laut as, biasanya dioperasikan oleh pelaut sipil.
hal ini membuat koordinasi dengan kru militer lebih kompleks.
teknologi canggih dan pelatihan kru memang tersedia, tetapi faktor manusia dan kondisi alam tetap menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan.
komando selatan as (soutcom) menegaskan bahwa penyebab tabrakan masih dalam penyelidikan.
kedua kapal telah kembali berlayar dengan aman, namun insiden ini memperlihatkan sisi rapuh dari operasi logistik militer di laut lepas.
misi militer as di karibia
tabrakan ini terjadi di tengah operasi besar-besaran as di karibia yang diperintahkan langsung oleh presiden donald trump.
fokus utama misi adalah memerangi perdagangan narkoba di jalur laut amerika tengah dan selatan, sekaligus menegakkan sanksi terhadap venezuela pasca penangkapan presiden nicolas maduro awal januari.
dalam beberapa bulan terakhir, militer as tercatat melakukan lebih dari 38 serangan terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba.
selain itu, operasi juga mencakup penyitaan kapal tanker minyak dan penggerebekan mengejutkan terhadap target politik di kawasan.