bacakoran.co

Operasi Militer AS Bocor, Trump Siapkan Armada Tempur Hadapi Iran!

Operasi Militer AS Bocor, Trump Siapkan Armada Tempur Hadapi Iran--CNBC Indonesia

BACAKORAN.CO - Militer Amerika Serikat tengah menyiapkan kemungkinan operasi militer jangka panjang terhadap Iran.

Rencana ini akan dijalankan bila Presiden Donald Trump memberi perintah, yang diyakini dapat memicu konflik lebih serius dibanding ketegangan sebelumnya.  

Dua pejabat AS menyebutkan bahwa pengungkapan rencana sensitif ini otomatis meningkatkan risiko diplomasi dengan Teheran.

Mereka meminta identitas dirahasiakan karena sifat perencanaan yang strategis.

BACA JUGA:Efek Xi Jinping: Toko Kue Tradisional Beijing Diserbu Pelanggan Usai Dikunjungi Presiden Tiongkok

BACA JUGA:Kian Memanas, Yaqut Cholil Ajukan Gugatan Praperadilan Terkait Kasus Kuota Haji, KPK Tak Gentar!

Pekan lalu, diplomat AS dan Iran sempat berdiskusi di Oman mengenai program nuklir, namun Trump justru memperkuat kehadiran militer di kawasan, menimbulkan kekhawatiran akan serangan baru.  

Pentagon dilaporkan mengirim kapal induk tambahan ke Timur Tengah, lengkap dengan ribuan tentara, pesawat tempur, kapal perusak rudal, dan kekuatan tempur lainnya.

Dalam pidatonya di Carolina Utara, Trump mengakui bahwa mencapai kesepakatan dengan Iran sangat sulit.

“Kadang-kadang Anda harus menimbulkan rasa takut. Itu satu-satunya cara agar situasi bisa dikendalikan,” ujarnya.  

BACA JUGA:Kian Memanas, Yaqut Cholil Ajukan Gugatan Praperadilan Terkait Kasus Kuota Haji, KPK Tak Gentar!

BACA JUGA:Praperadilan Ditolak, Polisi Tegaskan Status Tersangka Sah: Richard Lee Diperiksa Lagi 19 Februari 2026

Gedung Putih menegaskan Trump memegang kendali penuh atas semua opsi terhadap Iran.

Tahun lalu, AS sempat melancarkan operasi “Midnight Hammer” dengan serangan tunggal ke fasilitas nuklir Iran, yang dibalas dengan serangan terbatas ke pangkalan AS di Qatar.

Operasi Militer AS Bocor, Trump Siapkan Armada Tempur Hadapi Iran!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - militer amerika serikat tengah menyiapkan kemungkinan operasi militer jangka panjang terhadap iran.

rencana ini akan dijalankan bila presiden donald trump memberi perintah, yang diyakini dapat memicu konflik lebih serius dibanding ketegangan sebelumnya.  

dua pejabat as menyebutkan bahwa pengungkapan rencana sensitif ini otomatis meningkatkan risiko diplomasi dengan teheran.

mereka meminta identitas dirahasiakan karena sifat perencanaan yang strategis.

pekan lalu, diplomat as dan iran sempat berdiskusi di oman mengenai program nuklir, namun trump justru memperkuat kehadiran militer di kawasan, menimbulkan kekhawatiran akan serangan baru.  

pentagon dilaporkan mengirim kapal induk tambahan ke timur tengah, lengkap dengan ribuan tentara, pesawat tempur, kapal perusak rudal, dan kekuatan tempur lainnya.

dalam pidatonya di carolina utara, trump mengakui bahwa mencapai kesepakatan dengan iran sangat sulit.

“kadang-kadang anda harus menimbulkan rasa takut. itu satu-satunya cara agar situasi bisa dikendalikan,” ujarnya.  

gedung putih menegaskan trump memegang kendali penuh atas semua opsi terhadap iran.

tahun lalu, as sempat melancarkan operasi “midnight hammer” dengan serangan tunggal ke fasilitas nuklir iran, yang dibalas dengan serangan terbatas ke pangkalan as di qatar.

namun, perencanaan kali ini disebut jauh lebih kompleks, menyasar tidak hanya infrastruktur nuklir, tetapi juga fasilitas negara dan keamanan iran.  

para ahli memperingatkan risiko besar bagi pasukan as karena iran memiliki gudang rudal kuat. serangan balasan diyakini dapat memicu konflik regional.

trump sendiri berulang kali mengancam akan mengebom iran terkait program nuklir, rudal balistik, dan represi internal.

“alternatif dari diplomasi akan sangat traumatis,” tegasnya.  

iran melalui garda revolusi memperingatkan akan menyerang pangkalan as di timur tengah jika wilayahnya diserang.

sementara itu, perdana menteri israel benjamin netanyahu menekankan pentingnya keamanan israel dalam setiap kesepakatan.

iran menyatakan siap membahas pembatasan nuklir dengan imbalan pencabutan sanksi, tetapi menolak mengaitkan isu tersebut dengan program rudal mereka.  

Tag
Share