bacakoran.co

IRT Tewas Diterkam Buaya di Simeulue saat Cari Kerang, Kini Buaya Berhasil Ditangkap!

IRT tewas diterkam buaya saat mencari kerang di Simeulue. Warga histeris, evakuasi dramatis, jasad korban berhasil diambil dari mulut buaya./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

IRT Tewas Diterkam Buaya di Simeulue saat Cari Kerang, Kini Buaya Berhasil Ditangkap!

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – desa bulu hadek, kecamatan teluk dalam, kabupaten simeulue, aceh, digemparkan dengan peristiwa tragis pada minggu (15/2/2026). 

seorang ibu rumah tangga (irt) bernama jusmitawati (36) tewas buaya saat sedang mencari kerang di sungai luan boya bersama dua rekannya.

kronologi kejadian

peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 wib. menurut camat teluk dalam, andrik dasandra sstp, korban memang sering mencari kerang di sungai tersebut sebagai mata pencaharian. 

saat kejadian, korban tiba-tiba hilang dari pandangan temannya. 

setelah dicari, korban tidak merespons. 

teman korban yang panik segera berlari ke desa untuk meminta pertolongan.

tak lama kemudian, warga berbondong-bondong menuju lokasi. 

mereka mendapati korban berada di mulut buaya yang muncul ke permukaan sungai. 

suasana pun menjadi histeris. 

dengan peralatan seadanya, warga berusaha mengevakuasi korban dari cengkeraman reptil ganas tersebut.

upaya evakuasi dramatis

dalam rekaman video yang beredar, terlihat warga berusaha menombak buaya untuk melepaskan korban. 

setelah beberapa kali percobaan, jasad korban akhirnya berhasil diambil, meski dalam kondisi tidak utuh. 

diduga sebagian tubuh korban sudah dimangsa buaya. 

hingga kini, keluarga korban masih berupaya mencari potongan jasad yang belum ditemukan.

sementara itu, buaya yang menyerang korban belum berhasil ditangkap. 

warga khawatir kejadian serupa bisa terulang, mengingat beberapa hari terakhir buaya juga kerap masuk ke jaring warga di desa lain, seperti lugu sebahak.

pemerintah dan aparat turun tangan

camat teluk dalam menyebut pihaknya telah meminta bantuan bpbd, tni/polri, serta bksda untuk mengevakuasi buaya tersebut. 

musyawarah bersama kepala desa dan apdesi juga akan digelar guna mencari solusi agar tidak ada korban baru. 

“kita harap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai,” ujarnya.

warga diminta waspada

peristiwa ini menjadi catatan penting bagi masyarakat simeulue. 

sungai luan boya yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga ternyata menyimpan ancaman predator berbahaya. 

aparat desa mengimbau agar warga lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sendirian di sungai, terutama di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.

Tag
Share