68 Warga Purworejo Diduga Keracunan Usai Santap Hidangan Ruwahan, Beberapa Dilarikan ke Rumah Sakit
Puluhan warga Purworejo diduga keracunan makanan kenduri, beberapa dilarikan ke rumah sakit, Senin (16/2/2026).--Dok Polres Purworejo
PURWOREJO, BACAKORAN.CO – Sebanyak 68 warga Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap hidangan acara ruwahan pada Minggu (15/2/2026) malam.
Gejala yang muncul dirasakan secara bertahap, mulai dari mual, muntah, diare, hingga pusing.
Peristiwa ini bermula saat tuan rumah memesan 75 porsi makanan dari salah satu rumah makan di Purworejo, kemudian dibagikan kepada warga yang hadir dan sebagian dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama keluarga di rumah masing-masing.
"Itu acara ruwahan, selamatan menjelang Ramadan. Kemudian tuan rumah pesen makanan di salah satu rumah makan di Purworejo, kemudian makanan itu dibagikan kepada warga yang ikut selamatan itu," kata Kapolsek Loano, Iptu Utomo, Senin (16/2/2026).
BACA JUGA:IRT Tewas Diterkam Buaya di Simeulue saat Cari Kerang, Kini Buaya Berhasil Ditangkap!
BACA JUGA:Heboh Warga Brebes Temukan Mayat dalam Koper Tertutup Pasir di Rumah Kosong
Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan, sebagian warga mulai merasakan keluhan.
"Setelah makan itu selisih beberapa jam ada yang mual-mual ada yang BAB. Yang terdampak (keracunan) yang di-screening 65 yang ada keluhan," jelasnya.
Dari jumlah tersebut, sembilan warga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara tiga lainnya diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Gejala yang dialami warga muncul dalam rentang waktu berbeda, tergantung kapan makanan dikonsumsi.
Menindaklanjuti kejadian ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo segera mengambil langkah cepat dengan mengamankan sisa makanan, khususnya lauk ayam dan olahan ati ampela yang diduga menjadi sumber keracunan, untuk diuji di laboratorium.
BACA JUGA:96 Lokasi Rukyatul Hilal! Penetapan Awal Ramadan 1447 H Digelar Serentak Hari ini
BACA JUGA:Malu Hamil di Luar Nikah, Pasangan Nekat Buang Bayi Baru Lahir di Lahan Kosong Bekasi!
“Dari Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Jadi nanti hasilnya akan diketahui setelah pemeriksaan selesai,” ujar Fabrian.