Sidang Isbat Ramadan 2026: Keputusan Resmi Awal Puasa 1 Ramadan 1447 H
Sidang Isbat Ramadan 2026: Keputusan Resmi Awal Puasa 1 Ramadan 1447 H --SuperNews
- Yogyakarta: Hilal tercatat minus 1,5 derajat di bawah ufuk, sehingga mustahil diamati.
- NTB: Hilal juga masih di bawah ufuk dengan ketinggian minus 1,268 derajat, sehingga tidak memenuhi syarat visibilitas.
BACA JUGA:IRT Tewas Diterkam Buaya di Simeulue saat Cari Kerang, Kini Buaya Berhasil Ditangkap!
BACA JUGA:Heboh Warga Brebes Temukan Mayat dalam Koper Tertutup Pasir di Rumah Kosong
BMKG menegaskan, berdasarkan data hisab, hilal pada 17 Februari 2026 masih negatif.
Kriteria MABIMS (tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°) baru terpenuhi pada 18 Februari 2026, dengan ketinggian hilal 7,62°–10,03°.
Artinya, awal Ramadan kemungkinan besar jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, meski keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat.
Muhammadiyah Sudah Tetapkan
Sementara itu, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, berdasarkan hisab hakiki dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
BACA JUGA:96 Lokasi Rukyatul Hilal! Penetapan Awal Ramadan 1447 H Digelar Serentak Hari ini
BACA JUGA:Malu Hamil di Luar Nikah, Pasangan Nekat Buang Bayi Baru Lahir di Lahan Kosong Bekasi!
Sidang Isbat Sebagai Edukasi Publik
Kemenag menegaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar forum penetapan, melainkan juga wadah edukasi publik.
Proses ini mempertemukan data ilmiah dengan tradisi rukyat, sekaligus menjadi sarana tarbiyah agar masyarakat memahami pentingnya ketertiban dalam penentuan kalender kamariah.
Direktur Urusan Agama Islam, Arsad Hidayat, bahkan menyebut Masjid IKN yang baru diresmikan berpotensi dijadikan titik rukyat strategis.