bacakoran.co

Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan Darurat di Ogan Ilir Roboh Lagi, Warga Minta Solusi Permanen

Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang di Ogan Ilir ambruk lagi sehari setelah rampung. Warga panik, pemerintah diminta bangun jembatan permanen./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Warga Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, kembali dikejutkan dengan ambruknya jembatan penghubung Desa Lubuk Rukam dan Muara Kumbang pada Senin (16/2/2026) siang.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, hanya sehari setelah proses finishing jembatan darurat tersebut rampung.

Detik-Detik Jembatan Ambruk

Menurut keterangan warga, saat kejadian sejumlah orang sedang bergotong royong membersihkan tumpukan rumput air yang tersangkut di bagian hulu jembatan.

Arus sungai yang deras membawa gulma dalam jumlah besar, menambah beban struktur jembatan hingga akhirnya roboh.

BACA JUGA:Wagub Lampung Jihan Nurlela Bantah Tuduhan Telepon Intimidasi Warga soal Video Jembatan Way Bungur

BACA JUGA:Akses Transportasi Aceh Kembali Terbuka! Pemerintah Rampungkan 6 Jembatan Bailey, 12 Lainnya Dipercepat

Seorang warga bernama Suhadi mengaku sempat berada di atas jembatan ketika insiden terjadi. 

“Kami langsung berlari ke pinggir jembatan begitu terasa mau roboh. Padahal baru kemarin selesai finishing,” ujarnya.

Material besi jembatan pun hanyut terbawa arus, membuat akses antar desa kembali terputus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Bukan Kali Pertama

Ambruknya jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang bukanlah kejadian baru. 

Sebelumnya, pada Kamis (22/1/2026), jembatan yang sama juga roboh akibat faktor serupa: tiang penyangga diterjang tumpukan rumput air. 

Bahkan, seorang warga sempat hanyut ke sungai, meski berhasil menyelamatkan diri.

Warga menilai kondisi ini sangat merugikan, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang bergantung pada jembatan untuk aktivitas sehari-hari. 

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi mobilitas warga jadi lumpuh lagi,” kata Agung, warga setempat.

Pemerintah Diminta Bangun Jembatan Permanen

Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan Darurat di Ogan Ilir Roboh Lagi, Warga Minta Solusi Permanen

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – warga kecamatan kandis, kabupaten , kembali dikejutkan dengan ambruknya penghubung desa lubuk rukam dan muara kumbang pada senin (16/2/2026) siang.

peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.30 wib, hanya sehari setelah proses finishing jembatan darurat tersebut rampung.

detik-detik jembatan ambruk

menurut keterangan warga, saat kejadian sejumlah orang sedang bergotong royong membersihkan tumpukan rumput air yang tersangkut di bagian hulu jembatan.

arus sungai yang deras membawa gulma dalam jumlah besar, menambah beban struktur jembatan hingga akhirnya roboh.

seorang warga bernama suhadi mengaku sempat berada di atas jembatan ketika insiden terjadi. 

“kami langsung berlari ke pinggir jembatan begitu terasa mau roboh. padahal baru kemarin selesai finishing,” ujarnya.

material besi jembatan pun hanyut terbawa arus, membuat akses antar desa kembali terputus. beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

bukan kali pertama

ambruknya jembatan lubuk rukam–muara kumbang bukanlah kejadian baru. 

sebelumnya, pada kamis (22/1/2026), jembatan yang sama juga roboh akibat faktor serupa: tiang penyangga diterjang tumpukan rumput air. 

bahkan, seorang warga sempat hanyut ke sungai, meski berhasil menyelamatkan diri.

warga menilai kondisi ini sangat merugikan, terutama bagi anak-anak sekolah dan masyarakat yang bergantung pada jembatan untuk aktivitas sehari-hari. 

“alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi mobilitas warga jadi lumpuh lagi,” kata agung, warga setempat.

pemerintah diminta bangun jembatan permanen

menanggapi insiden tersebut, kabid jalan dan jembatan dinas pupr ogan ilir, eko randa, menyebut pihaknya telah memonitor kejadian ini. 

ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah pembangunan jembatan permanen berbahan beton.

“baru kemarin selesai finishing jembatan sementara itu. memang harus langsung dibangun permanen agar lebih kuat menghadapi tekanan arus dan material sungai,” jelasnya.

saat ini, pemkab ogan ilir masih menunggu kepastian dari balai besar wilayah sungai sumatera selatan terkait rencana pembangunan jembatan permanen tersebut.

harapan warga

warga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen, bukan sekadar darurat. 

pasalnya, jembatan sementara terbukti tidak mampu menahan tekanan arus sungai dan gulma air yang kerap datang dalam jumlah besar.

“kalau hanya darurat, pasti akan roboh lagi. kami butuh jembatan yang kokoh agar aktivitas warga tidak terus terganggu,” ungkap aikom, salah satu warga.

Tag
Share