Tragis! 4 Fakta Kasus Kematian Arianto Tawakal, Oknum Brimob MS Kini Ditahan
Oknum anggota Brimob yang diduga terlibat dalam kasus kematian pelajar 14 tahun, Arianto Tawakal, di Kota Tual.--Instagram mangentemaluku
Akibat pukulan tersebut, korban kehilangan keseimbangan, motor oleng, dan keduanya terjatuh.
Korban sempat sadar, namun mengalami pendarahan dari hidung dan mulut serta benturan keras di bagian belakang kepala.
Arianto kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sayangnya, sekitar pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia.
BACA JUGA:Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah di Tual Maluku Hingga Tewas, Kini Pelaku Ditahan
Sementara sang kakak mengalami patah tulang dan masih menjalani perawatan.
3. Bantahan Tuduhan Balap Liar
Nasri Karim menegaskan bahwa dirinya dan adiknya tidak melakukan balap liar.
Ia menjelaskan motor melaju cepat karena kondisi jalan menurun, bukan karena adu kecepatan.
Bahkan, Nasri mengaku sempat mendengar anggota Brimob lain menegur terduga pelaku dengan kalimat, “Kenapa pukul pakai helm.”
Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan murni, melainkan akibat tindakan kekerasan.
BACA JUGA:Natalius Pigai Dorong Revisi UU HAM, Komnas HAM Berpeluang Bentuk Unit Penyidikan HAM Berat
4. Desakan Keluarga: Usut Tuntas dan Transparan
Ayah korban Rijik Tawakal, meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara terbuka dan adil.
Keluarga berharap proses hukum berjalan tanpa intervensi, sehingga keadilan benar-benar ditegakkan.
Kasus kematian Arianto Tawakal kini menjadi ujian besar bagi institusi kepolisian dalam menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.