taipa, bacakoran.co – program makan bergizi gratis () yang digulirkan di wilayah taipa, sulawesi tengah (sulteng), tengah menuai sorotan publik.
sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan paket makanan dibagikan sekaligus untuk dua hari selama bulan ramadan.
hal ini memicu perdebatan dan kritik dari masyarakat, terutama terkait kualitas dan nilai gizi yang diberikan.
video guru dan kritik warganet
dalam video yang viral, seorang menunjukkan isi paket mbg yang dikemas dalam satu plastik.
ia menyebutkan bahwa menu tersebut diperuntukkan untuk dua hari sekaligus, dengan perkiraan nilai tidak sampai rp15 ribu.
unggahan itu kemudian memancing komentar warganet yang mempertanyakan efektivitas program.
beberapa komentar yang muncul di instagram menyinggung dugaan adanya penyalahgunaan anggaran.
"ladang cuan bagi pejabat gak bakal didenger.... kecuali bergerak."
"sama buu, dsini anak saya dapet roti 1 yg paling harga nya gag sampe seribu, dapet susu juga sama apel.. ya allay, doa besar fc."
"presiden masa gk tau ada komplen gini apa bener udah buta melihat kenyataan di lapangan."
"insyaallah mbg jadi ladang korupsi bagi pejabat2nya."
kritik semakin tajam karena hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan pembagian menu untuk dua hari sekaligus.
publik menilai, di bulan ramadan pola konsumsi masyarakat berbeda, sehingga pembagian makanan seharusnya lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan harian.
tujuan program dan harapan masyarakat
program mbg sejatinya bertujuan membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
namun, mekanisme pembagian yang dianggap tidak tepat justru menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan.
publik berharap pemerintah daerah maupun pusat segera memberikan klarifikasi resmi, sekaligus memastikan kualitas makanan yang dibagikan sesuai standar gizi.
transparansi dan evaluasi pelaksanaan program menjadi kunci agar tujuan mulia mbg tidak tercoreng oleh dugaan penyimpangan.
masyarakat menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan program benar-benar memberi manfaat nyata, bukan sekadar formalitas.