bacakoran.co

Korban Dugaan Pencabulan di PD Petro Prabu Prabumulih Terus Bertambah, 2 Siswi Magang Lapor Polisi

2 Siswi magang di PD Petro Prabu lapor menjadi korban pelecehan. (foto : tangkapan layar)--

BACAKORAN -- Korban dugan pelecehan atau pencabulan yang diduga terjadi di Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan terus bertambah.

Jika sebelumnya seorang karyawati perusahaan milik pemerintah Kota Prabumulih yang yang mengelola gas untuk rumah tangga itu yang melapor telah dilecehkan oleh RJ, Direktur perusahaan yang akhirnya di non aktifkan dari jabatannya, terkait kasus yang sama, Senin 23 Februari 2026, dua orang perempuan juga melapor ke Polres Prabumulih.

Mirisnya yang melapor kali ini bukan karyawati, melainkan dua siswi salah satu menengah atas di Kota itu yang sebelumnya magang di perusahaan tersebut yaitu DS (17) dan SH (17).

Hal itu diungkap kuasa hukum pelapor, Novlis SH kepada sejumlah wartawan usai mendampingi kliennya melapor. "Pagi tadi kami dihubungi oleh korban, orang tua korban. Sebelumnya, empat hari yang lalu kami sudah menandatangani surat kuasa,"jelas Novlis.

BACA JUGA:Karyawati PD Petro Prabu, Prabumulih Lapor Polisi Dilecehkan Direktur

BACA JUGA:Buntut Laporan Dugaan Pelecehan, Direktur PD Petro Prabu Prabumulih Dinon Aktifkan

"Pagi tadi kami sudah dihubungi oleh korban untuk meminta didampingi,  pertama kali ke sekolah, terkait dengan dugaan pencabulan di tempat magang,"urainya.

"Jadi kami ke sekolah, meminta kronologisnya kepada pihak sekolah, berapa lama magang ke sana, kemudian apa saja yang terjadi di sana,"jelasnya. 

Selanjutkan kata Novlis, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, kliennya langsung minta di antar ke Polres Prabumulih untuk memberikan keterangan, menyampaikan laporan polisi.

"Tadi kami di dalam (di Polres Prabumulih, red) sudah mendampingi pihak korban untuk dimintai keterangan setelah menyampaikan laporan ke SPKT, itu LP-nya (bukti lapor) masih di dalam,"katanya.

BACA JUGA:Sudah Tertarik Infinix Note 60 Pro? Simak Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Memutuskan

BACA JUGA:5 Rekomendasi Drama China Romantis 2026: Nonton Baper Plus Saldo DANA Auto Naik!

Ditegaskan Novlis, menurut informasi kliennya adalah pelapor ketiga yang melapor ke polisi.

Ditanya lebih lanjut tentang peristiwa dugaan pelecehan yang dialminya, Novlis tidak mau berkomentar banyak. Karena menurutnya hal ini merupakan kasus dugaan asusila sehingga tidak pantas di terangan ke media.

Terlebih menurutnya ini untuk menjaga mental kliennya yang sempat drop akibat peristiwa ini.  "Yang jelas ada perbuatan pelaku baik verbal maupun perbuatan yang diduga merupakan unsur dari perbuatan pelecehan atau pencabulan,"katanya. 

 
Hanya saja informasi yang beredar di media sosial dan media terbitan lokal menyebutkan, kasus ini bermula dari dugaan tindakan tidak pantas terhadap dua siswi magang berinisial DS dan SH.
 
 
Keduanya menjalani program praktik kerja di Perusahaan Daerah tersebut pada periode Juli hingga Oktober 2025.
 
Dalam informasi yang berkembang, oknum petinggi Perusda tersebut diduga mengajukan pertanyaan yang bersifat sangat pribadi dan tidak relevan dengan kegiatan magang, termasuk menanyakan ukuran pakaian dalam korban. 

Diwartakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan di PD Petro Prabu itu terungkap bermula ketika salah satu karyawati perusahan tersebut melaporkan kasusnya ke Polres Prabumulih  Kamis 12 Februari 2026 dan bukti lapornya tersebar ke sejumlah media pemberitaan dan media sosial.

Laporan polisi bernomor LP:B/57/II/2026/SPKT/Polres Prabumulih/Polda Sumatera Selatan itu informasinya kini tengah di selidiki  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Prabumulih.  Belum tuntas pengusutan kasus tersebut, kini 2 perempuan kembali melapor polisi 

Diketahui, buntut kasus dugaan pencabulan itu, pada Jumat, 20 Februari 2026, Pemerintah Kota Prabumulih langsung menonaktifkan RJ, dari jabatannya sebagai Direktur PD Petro Prabu. Posisinya di gantikan Ir Heriyanto yang diketahui merupakan mantan anggota DPRD Kota Prabumulih.

 

Korban Dugaan Pencabulan di PD Petro Prabu Prabumulih Terus Bertambah, 2 Siswi Magang Lapor Polisi

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran -- korban dugan pelecehan atau pencabulan yang diduga terjadi di perusahaan daerah (pd) petro prabu, kota prabumulih, sumatera selatan terus bertambah.

jika sebelumnya seorang karyawati perusahaan milik pemerintah kota prabumulih yang yang mengelola gas untuk rumah tangga itu yang melapor telah dilecehkan oleh rj, direktur perusahaan yang akhirnya di non aktifkan dari jabatannya, terkait kasus yang sama, senin 23 februari 2026, dua orang perempuan juga melapor ke polres prabumulih.

mirisnya yang melapor kali ini bukan karyawati, melainkan dua siswi salah satu menengah atas di kota itu yang sebelumnya magang di perusahaan tersebut yaitu ds (17) dan sh (17).

hal itu diungkap kuasa hukum pelapor, novlis sh kepada sejumlah wartawan usai mendampingi kliennya melapor. "pagi tadi kami dihubungi oleh korban, orang tua korban. sebelumnya, empat hari yang lalu kami sudah menandatangani surat kuasa,"jelas novlis.



"pagi tadi kami sudah dihubungi oleh korban untuk meminta didampingi,  pertama kali ke sekolah, terkait dengan dugaan pencabulan di tempat magang,"urainya.

"jadi kami ke sekolah, meminta kronologisnya kepada pihak sekolah, berapa lama magang ke sana, kemudian apa saja yang terjadi di sana,"jelasnya. 

selanjutkan kata novlis, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah, kliennya langsung minta di antar ke polres prabumulih untuk memberikan keterangan, menyampaikan laporan polisi.

"tadi kami di dalam (di polres prabumulih, red) sudah mendampingi pihak korban untuk dimintai keterangan setelah menyampaikan laporan ke spkt, itu lp-nya (bukti lapor) masih di dalam,"katanya.



ditegaskan novlis, menurut informasi kliennya adalah pelapor ketiga yang melapor ke polisi.

ditanya lebih lanjut tentang peristiwa dugaan pelecehan yang dialminya, novlis tidak mau berkomentar banyak. karena menurutnya hal ini merupakan kasus dugaan asusila sehingga tidak pantas di terangan ke media.

terlebih menurutnya ini untuk menjaga mental kliennya yang sempat drop akibat peristiwa ini.  "yang jelas ada perbuatan pelaku baik verbal maupun perbuatan yang diduga merupakan unsur dari perbuatan pelecehan atau pencabulan,"katanya. 

 
hanya saja informasi yang beredar di media sosial dan media terbitan lokal menyebutkan, kasus ini bermula dari dugaan tindakan tidak pantas terhadap dua siswi magang berinisial ds dan sh.
 
 
keduanya menjalani program praktik kerja di perusahaan daerah tersebut pada periode juli hingga oktober 2025.
 
dalam informasi yang berkembang, oknum petinggi perusda tersebut diduga mengajukan pertanyaan yang bersifat sangat pribadi dan tidak relevan dengan kegiatan magang, termasuk menanyakan ukuran pakaian dalam korban. 

diwartakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan di pd petro prabu itu terungkap bermula ketika salah satu karyawati perusahan tersebut melaporkan kasusnya ke polres prabumulih  kamis 12 februari 2026 dan bukti lapornya tersebar ke sejumlah media pemberitaan dan media sosial.

laporan polisi bernomor lp:b/57/ii/2026/spkt/polres prabumulih/polda sumatera selatan itu informasinya kini tengah di selidiki  unit perlindungan perempuan dan anak (ppa) polres prabumulih.  belum tuntas pengusutan kasus tersebut, kini 2 perempuan kembali melapor polisi 

diketahui, buntut kasus dugaan pencabulan itu, pada jumat, 20 februari 2026, pemerintah kota prabumulih langsung menonaktifkan rj, dari jabatannya sebagai direktur pd petro prabu. posisinya di gantikan ir heriyanto yang diketahui merupakan mantan anggota dprd kota prabumulih.

 

Tag
Share