riau, bacakoran.co – sebuah video singkat berdurasi 10 detik yang beredar di media sosial menghebohkan warga pekanbaru.
rekaman tersebut memperlihatkan seorang dengan luka memar di kedua matanya.
narasi dalam video menyebutkan bahwa bocah itu diduga dipukuli oleh oknum yang tergabung dalam tim raga.
video viral picu keresahan warga
dalam video yang tersebar, perekam menyebutkan bahwa anak tersebut dipukul hingga mengalami luka serius di bagian mata.
“lihat ini ha, lagi santai-santai, dipukul tim raga, habis matanya. tak bisa dia melihat lagi,” ujar suara dalam rekaman.
meski identitas korban belum diketahui, kondisi yang terlihat menimbulkan keprihatinan dan keresahan masyarakat.
propam polda riau ambil langkah penyelidikan
menanggapi viralnya video tersebut, kabid propam polda riau, kombes pol harissandi, memastikan pihaknya sudah menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan.
“untuk kejadian itu, sesuai petunjuk kapolda riau, irjen pol herry heryawan, saya diperintahkan untuk melakukan penyelidikan,” jelas harissandi, selasa (24/2/2026).
ia menambahkan, tim paminal propam polda riau telah diturunkan untuk mendalami dugaan penganiayaan tersebut.
“tim paminal sudah diturunkan untuk mendalaminya. saat ini kita masih menunggu hasilnya seperti apa,” tegasnya.
belum ada kepastian oknum polisi terlibat
meski dugaan mengarah pada keterlibatan oknum polisi, harissandi menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.
“kita tunggu hasil penyelidikan. karena tim paminal sudah turun tangan,” ujarnya.
dengan demikian, publik diminta bersabar menunggu hasil resmi dari proses investigasi yang sedang berjalan.
harapan transparansi dan keadilan
kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anak di bawah umur sebagai korban.
masyarakat berharap agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan secara terbuka.
jika benar ada keterlibatan aparat, publik menuntut agar proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
insiden ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap aparat di lapangan agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan masyarakat.
hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti luka yang dialami korban.