bacakoran.co

Terbaru, KPK Cecar 8 Kades Terkait Uang Setoran dalam Kasus Pemerasan Bupati Sudewo!

8 Kades Diperiksa dan Dicecar Pertanyaan Terkait Pemerasan Bupati Sudewo --DetikNews

Terbaru, KPK Cecar 8 Kades Terkait Uang Setoran dalam Kasus Pemerasan Bupati Sudewo!

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - kpk sudah periksa 8 kepala desa (kades) terkait dugaan pemerasan pengisian jabatan calon perangkat desa yang menjerat bupati pati sudewo. kpk mencecar dugaan penyetoran uang atas perintah sudewo.

"didalami soal penyerahan uang atas perintah bupati melalui koordinator kepala desa," kata jubir kpk budi prasetyo kepada wartawan, dilansir bacakoran.co dari , jum'at (27/2/2026).

tak hanya itu, semua saksi diminta menjelaskan proses pengisian jabatan perangkat desa dan total ada 14 saksi yang diperiksa termasuk 8 kepala desa tersebut.

"para saksi diminta menjelaskan mengenai proses dan mekanisme pengisian jabatan perangkat desa di kabupaten pati tahun 2026," ujarnya

berikut ini daftar saksi yang diperiksa kpk:

1. ismunardi, kades purworejo

2. sugiyono, kades tambakharjo

3. udin nur mahfud, calon untuk sekdes desa gadu

4. siti rohman, calon untuk kasi tata usaha desa gadu

5. kunowo, calon untuk kasi perencanaan desa gadu

6. anang firdaus, calon untuk kaur keuangan desa perdopo

7. sigit eko wahyudi, calon kasi perencanaan desa perdopo

8. ahmad useri, kades sumbersari (ketua paguyupan kades se-kec. kayen)

9. eko, kasi pelayanan desa sumberejo

10. wiryanto, kades sekarjalak (ketua paguyuban kades se-kec. margoyoso)

11. m. zainuri, kades wonosekar (ketua paguyuban kades se-kec. gombong)

12. sukawi, kades sumberagung

13. kusairi, kades sumbersari

14. sugito, kades banyuurip.

sebelumnya komisi pemberantasan korupsi (kpk) sudah menjalankan pemeriksaan sejumlah pejabat pemerintah di kabupaten pati, jawa tengah (jateng) terkait kasus yang menjerat bupati pati sudewo.

kemudian kpk mengungkap dalam kasus ini ada pengepul yang sudah mengembalikan uang ke masing-masing calon perangkat desa.

"pada beberapa hari yang lalu, kami juga mendapatkan informasi adanya pihak-pihak pengepul ini yang juga kemudian sudah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa, sudah mengembalikan uang kepada para calon perangkat desa," kata juru bicara kpk budi prasetyo kepada wartawan di gedung kpk, jakarta selatan, dilansir bacakoran.co dari , minggu (1/2/2026).

namun terkait hal ini, budi menegaskan bahwa pengembalian dana itu tidak menghapus proses hukum yang sedang berjalan.

dengan tegas jiga budi ungkapkan kpk akan terus mengusut sampai tuntas kasus ini.

"tentu kami mengimbau bahwa pengembalian silakan dapat dilakukan kepada penyelidik. dan tentu pengembalian uang tidak menghentikan proses hukum yang sedang berlangsung di kpk," ujarya.

sebelumnya kpk ungkap praktik dugaan pemerasan jabatan perangkat desa yang dilakukan bupati pati sudewo bersama orang kepercayaannya dilakukan secara terang-terangan.

kepala desa (kades) anggota tim 8 yang dibentuk sudewo membeberkan tarif jabatan tersebut secara terbuka kepada masyarakat.

sudewo sudah menetapkan tarif rp 125 juta untuk jabatan kepala urusan dan kepala seksi.

kemudian untuk jabatan sekretaris desa atau carik dipasang tarif rp 150 juta.

pada praktiknya, tarif tersebut dimark up atau dinaikkan menjadi rp 165 juta untuk jabatan kepala urusan dan kepala seksi dan rp 225 juta untuk jabatan sekretaris desa. 

mark up ini dilakukan abdul suyono yang merupakan kades karangrowo dan sumarjiono selaku kades arumanis dan ternyata adalah kaki tangan sudewo.

"tarif tersebut juga diumumkan kepada para warganya," kata juru bicara kpk budi prasetyo di gedung merah putih kpk, jakarta selatan, dilansir bacakoran.co dari , jum'at (23/1/2026).

sebelumnya kelanjutan dari ott bupati pati sudewo, tim penyidik komisi pemberantasan korupsi (kpk) melakukan penggeledahan kantor bupati pati pada kamis (22/1/2026).

setelah beberapa jam melakukan penggeledahan, petugas kpk juga terlihat membawa satu buah koper berwarna merah dan dua kardus.

dilansir bacakoran.co dari , lima unit mobil berwarna hitam dan satu unit mobil berwarna putih dengan plat berbeda-beda (b, h, dan ab) meninggalkan area pendopo kabupaten pati pada pukul 15.16 wib.

salah seorang pegawai di lingkup pemerintah kabupaten pati juga ungkap tidak tahu akan ada penggeledahan tersebut.

“baru lihat ada mobil-mobil (petugas kpk) itu setelah sholat ashar tadi,” ujarnya.

sebelumnya gepokan uang disita oleh kpk dalam proses ott bupati pati sudewo senilai rp 2,6 milyar.

uang senilai miliaran rupiah tersebut saat disita oleh kpk disimpan dalam sejumlah karung.

terlihat ada tiga karung berisikan uang hasil pemerasan sudewo terkait pengisian jabatan perangkat desa.

karung-karung ini masing-masing berwarna hijau, kuning, dan putih.

kpk membeberkan cara penyimpanan uang hasil pemerasan pengisian jabatan perangkat desa yang dilakukan oleh bupati pati sudewo.

kpk kemudian mengungkapkan bahwa uang hasil pemerasan itu disimpan di dalam karung oleh para pengepul sebelum diserahkan ke sudewo.

"jadi uang ini kan dikumpulin dari beberapa orang, dimasukin karung. tadi kan ada karung warna hijau. masukin karung, dibawa gitu. kayak bawa beras gitu, bawa karungnya gitu. jadi bawa karung, 'ini pak dari si anu'. karena mungkin mau dibawa gini kan (pakai tangan) ini, susah gitu ya, uangnya mungkin ya. mungkin di sana itu," ungkap plt deputi penindakan dan eksekusi kpk, asep guntur rahayu saat jumpa pers di gedung kpk, dilansir bacakoran.co dari , rabu (21/1/2026).

uang itu dikumpulkan oleh 'tim 8' yang merupakan tim sukses (timses) sudewo saat pilkada.

tim ini juga yang diajak kerja sama oleh sudewo dalam melakukan aksinya dengan pemerasan terhadap para calon perangkat desa.

uang yang ada di dalam karung tersebut terbagi atas berbagai nominal. mulai dari rp 10 ribu hingga rp 100 ribuan.

"ada yang berapa pecahan-pecahan gitu. itu dibawa karung gitu dan tidak ada iketannya. ada yang pakai karet, ada yang ini (diikat) gitu, seperti itu. jadi mungkin itu alat untuk membawa saja gitu, membawa uang gitu, seperti itu. jadi dikarungin," terang asep.

sebelumnya komisi pemberantasan korupsi (kpk) membenarkan telah menangkap bupati sudewo dalam operasi tangkap tangan (ott).

“benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di pati adalah saudara sdw,” kata juru bicara kpk budi prasetyo, dilansir bacakoran.co dari , senin (19/1/2026).

untuk sejauh ini, penyidik kpk masih terus memeriksa sudewo secara intensif dan menyeluruh.

“saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di polres kudus,” tegas dia.

tapi, budi belum bisa menjelaskan soal perkara yang menjerat sudewo sehingga dia terjaring ott.

sebelum pemberitaan penangkapan terjadi, kpk sedang menggelar ott di kabupaten pati, jawa tengah.

hal ini juga disampaikan oleh juru bicara kpk, budi prasetyo.

“terkait yang di wilayah pati saat ini masih berprogres, kita sama-sama tunggu perkembangannya,” ujar budi saat ditemui di gedung kpk merah putih, jakarta, senin (19/1/2026).

kpk belum menjelaskan lebih lanjut siapa saja yang menjalani pemeriksaan.

tidak hanya itu, dia juga memastikan bahwa penyidik telah menangkap pihak terkait dalam operasi senyap ini.

“nanti kami akan update perkembangannya, siapa saja yang diamankan, siapa saja yang dilakukan pemeriksaan, nanti kami akan sampaikan,” ucap dia.

Tag
Share