bacakoran.co

Geger, Sosial Media Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau Bikin Heboh Warganet, Ada Apa?

Pelaku Memposting Kedekatan dengan Korban di Sosial Media dan Buat Gegey Warganet--Bacakoran/Ist

BACA JUGA:Syok! Segini Perkiraan Uang Beasiswa LPDP yang Harus Dikembalikan Dwi Sasetyaningtyas, Sentuh Angka Rp3,6 M

Kampus sebagai ruang pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan arena pertumpahan darah.

Geger, Sosial Media Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau Bikin Heboh Warganet, Ada Apa?

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - steatmen cinta ditolak merebak di tengah masyarakat dalam kasus pembacokan mahasiswi uin suska riau beberapa waktu yang lalu.

kemudian warganet dibuat kaget dengan sosial media pelaku di akun tiktoknya dilansir bacakoran.co dari akun @ memposting banyak keberasaan mereka dan terlihat kedekatannya dengan sosok korban, farradhila ayu pramesti (23). 

terlihat unggahan pertama pada 26 september 2025, r menampilkan kebersamaan dengan farradhila. bahkan keduanya terlihat bahagia saat selfie bersama menggunakan ponsel korban.

unggahan pertama dalam akun tiktok pelaku pembacokan mahasiswi uin suska riau itu telah ditonton sebanyak 6,8 juta pengguna.

kemudian, pada 15 februari 2026, r kembali mengunggah kedekatannya dengan korban dan menyematkan lagu filipina berjudul "multo - cup of joe".

pelaku terus menampilkan kebersamaannya bersama dengan korban, dari momen berboncengan motor hingga mengenang masa-masa mereka satu grup dalam agenda kkn bahkan kondnagan bersama.

hal yang lebih mengejutkan ketika keduanya bermain playstation (ps) bersama dalam sebuah ruangan.

bahkan r dan korban bahkan terlihat sempat melakukan adegan layaknya sepasang kekasih.

pelaku juga sempat memposting story sebelum menjalankan aksi keji terhadap korban saat masih berada di lingkungan kampus.

"cintaku adalah bunga di tanganmu. ini adalah waktu kita. aku akan memberimu sesuatu. yang tak terlupakan," tulis r.

tapi belum ada konfirmasi yang valid terkait kebenaran unggahan story dan media sosial tiktok diduga pelaku yang menunjukkan kebersamaan dengan faradilla.

sebelumnya peristiwa tragis terjadi di lingkungan universitas islam negeri (uin) sultan syarif kasim (suska) riau, kota pekanbaru, pada kamis pagi, 26 februari 2026.

seorang mahasiswi bernama farradhila ayu pramesti (23), asal kecamatan bintan timur, kepulauan riau, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh sesama mahasiswa di kampus tersebut.

insiden ini sontak menggemparkan civitas akademika dan masyarakat luas, karena berlangsung di ruang ujian akhir, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa.

kapolsek bina widya, kompol nusirwan, menjelaskan bahwa pelaku bernama rehan mujafar (21), mahasiswa semester viii jurusan ilmu hukum fakultas syariah dan hukum.

rehan diketahui berangkat dari bangkinang, kabupaten kampar, dengan membawa parang dan kampak.

menurut dugaan polisi, motif utama pembacokan ini berkaitan dengan persoalan asmara.

pelaku merasa sakit hati karena korban berencana mengakhiri hubungan mereka, lantaran korban sudah memiliki kekasih baru.

rasa cemburu dan dendam diduga mendorong pelaku untuk melakukan aksi nekat tersebut.

kronologi kejadian bermula ketika pelaku tiba di kampus sekitar pukul 07.30 wib.

ia langsung menuju lantai dua gedung fakultas syariah dan hukum, tempat korban sedang duduk sendirian di ruang ujian akhir.

tanpa banyak basa-basi, pelaku sempat mengungkapkan perasaan sakit hatinya kepada korban, lalu secara tiba-tiba menyerang dengan kampak.

korban mengalami luka serius di tangan kiri dan kepala akibat bacokan tersebut. dalam kondisi bersimbah darah, farradhila berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan.

namun, pelaku terus mengejarnya hingga akhirnya berhenti setelah banyak mahasiswa lain berteriak meminta pelaku menghentikan aksinya.

situasi di kampus seketika menjadi panik. mahasiswa yang menyaksikan kejadian berusaha menolong korban, sementara petugas keamanan kampus segera bertindak.

farradhila kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi korban dengan luka di bagian kepala, menambah kepanikan sekaligus simpati publik terhadap tragedi ini.

sementara itu, pelaku berhasil diamankan oleh petugas keamanan kampus sebelum diserahkan ke polsek bina widya.

polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah kampak dan satu bilah parang yang digunakan dalam aksi tersebut.

saat ini, pelaku telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. kompol nusirwan menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku, mengingat tindakan pelaku sudah masuk kategori percobaan pembunuhan.

peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa persoalan pribadi, terutama yang berkaitan dengan hubungan asmara, tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan.

kampus sebagai ruang pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman, bukan arena pertumpahan darah.

Tag
Share