Iran Berduka, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Tewas, IRGC Janji Balas Dendam!
Khamenei disebut sebagai martir akibat serangan yang dilancarkan oleh rezim zionis Israel bersama Amerika Serikat pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, waktu setempat.--CNBC Indonesia
Ia dikenal sebagai tokoh yang berhasil mempertahankan sistem teokrasi pasca-revolusi 1979, sekaligus mengonsolidasikan kekuasaan melalui jaringan politik, militer, dan keagamaan.
Selama masa kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tantangan, mulai dari sanksi ekonomi internasional, konflik regional, hingga pergolakan domestik.
BACA JUGA:Geger, Sosial Media Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau Bikin Heboh Warganet, Ada Apa?
Namun, Khamenei tetap menjadi simbol keteguhan ideologi revolusi Islam.
Kehilangannya menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang akan menggantikan posisi tertinggi dalam struktur politik Iran, mengingat jabatan Pemimpin Tertinggi memiliki otoritas absolut atas pemerintahan, militer, dan kebijakan luar negeri.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) segera merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa bangsa Iran telah kehilangan seorang pemimpin besar.
Mereka menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk kemartiran di tangan “teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan.”
BACA JUGA:Misteri Potongan Tubuh di Pantai Bali: Polisi Curiga Korban Mutilasi WNA Ukraina!
Pernyataan itu juga menekankan bahwa tangan pembalasan bangsa Iran tidak akan membiarkan musuh-musuhnya lolos begitu saja.
IRGC berjanji akan berdiri tegas menghadapi segala bentuk konspirasi, baik domestik maupun asing.
Retorika ini memperlihatkan bahwa kematian Khamenei bukan hanya dianggap sebagai tragedi, tetapi juga sebagai pemicu semangat perlawanan yang lebih besar.
Selain itu, media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa banyak anggota keluarga Khamenei telah lebih dahulu meninggal, termasuk anak perempuan, cucu perempuan, menantu perempuan, serta menantu laki-laki.