iran, bacakoran.co - mantan presiden , mahmoud ahmadinejad, dilaporkan tewas dalam rudal yang dilancarkan amerika serikat (as) dan israel ke teheran pada sabtu malam, 28 februari 2026.
kematian tokoh kontroversial ini menambah daftar panjang korban dari eskalasi konflik yang semakin memanas di timur tengah.
ahmadinejad tewas bersama pengawal
media pemerintah iran mengumumkan bahwa ahmadinejad, yang juga anggota dewan penentu kebijakan, tewas bersama beberapa rekannya.
laporan dari egypt independent dan the jerusalem post menyebutkan tiga pengawal ahmadinejad turut menjadi korban.
meski detail resmi belum sepenuhnya dirilis, kabar ini telah dikonfirmasi oleh media yang dekat dengan korps garda revolusi islam (irgc).
sementara itu, juru bicara pasukan pertahanan israel (idf), effie defrin, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan “serangan pembuka” dari operasi militer mereka.
israel mengklaim berhasil menewaskan 40 komandan senior iran hanya dalam waktu satu menit.
serangan menyasar kediaman ahmadinejad
media israel ma’ariv dan new york post melaporkan bahwa ahmadinejad tewas saat berada di rumahnya.
serangan udara as-israel disebut langsung menyasar kediaman mantan presiden yang dikenal sebagai tokoh garis keras itu.
ahmadinejad menjabat sebagai presiden iran keenam pada periode 2005 hingga 2013.
ia dikenal dengan retorika anti-israel yang provokatif serta sikap keras terhadap program nuklir iran.
sosoknya kerap menjadi simbol pembangkangan teheran terhadap tekanan internasional.
eskalasi konflik iran-as-israel
kematian ahmadinejad terjadi setelah serangan sebelumnya menewaskan pemimpin tertinggi iran, ayatollah ali khamenei.
serangan gabungan as-israel ini memicu iran melancarkan balasan dengan menyerang sejumlah pangkalan militer as di negara-negara arab.
israel sendiri mengisyaratkan perubahan strategi dengan mengintensifkan serangan terhadap fasilitas nuklir iran.
langkah ini dipandang sebagai upaya memperlemah kemampuan militer sekaligus ambisi nuklir teheran.
dampak global dan reaksi dunia
kematian ahmadinejad dan khamenei dalam waktu berdekatan menandai titik kritis dalam konflik regional.
dunia internasional kini menyoroti potensi perang besar yang melibatkan berbagai kekuatan global, baik secara langsung maupun melalui proksi.
banyak pihak menilai eskalasi ini dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas di timur tengah, sekaligus menambah ketegangan geopolitik dunia.