Bandara Hingga Hotel Mewah Rusak di Dubai Gegara Serangan Rudal Iran: UEA Tutup Kedutaan di Iran
Serangan rudal Iran guncang UEA, bandara rusak, korban tewas. Abu Dhabi tutup kedutaan di Teheran, hubungan Teluk-Iran makin panas.--Instagram @medsoszone
PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Hubungan diplomatik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran memasuki fase paling genting.
Pemerintah UEA resmi menutup kedutaannya di Teheran dan menarik seluruh staf diplomatiknya, menyusul serangan rudal dan drone Iran yang menghantam sejumlah wilayah Emirat.
Serangan Rudal Iran Mengguncang Emirat
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut serangan Iran sebagai tindakan agresi terang-terangan yang menargetkan situs sipil, termasuk bandara, pelabuhan, dan kawasan permukiman.
Serangan ini bukan hanya mengancam warga sipil, tetapi juga dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.
BACA JUGA:Kian Memanas, Iran Berhasil Serang Kantor Netanyahu dengan Rudal Balistik Kheibar!
Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi menjadi salah satu titik yang terkena dampak.
Insiden tersebut menewaskan seorang warga negara Asia dan melukai tujuh orang lainnya.
Sementara di Dubai, Bandara Internasional DXB mengalami kerusakan ringan di ruang tunggu, dengan empat staf bandara dilaporkan terluka.
Tak hanya itu, kawasan mewah The Palm Jumeirah dan hotel ikonik Burj Al Arab juga dilaporkan mengalami kebakaran akibat hantaman rudal.
Serangan ini menandai eskalasi serius yang mengganggu stabilitas regional dan keamanan energi global.
Gelombang Serangan Terbesar di Teluk
Otoritas pertahanan UEA melaporkan bahwa mereka mendeteksi 165 rudal balistik, dengan 152 berhasil dihancurkan di udara.
Selain itu, dua rudal jelajah berhasil dicegat.
Dari total 541 drone yang diarahkan ke wilayah Emirat, sebanyak 506 berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.