bacakoran.co

Emosi Gegara Lapar, Pemuda di Toraja Tega Bacok Ibu Kandung

Tragis di Tana Toraja! Remaja 18 tahun bacok ibu kandung karena lapar dan dendam, polisi dalami kasus KDRT yang bikin gempar warga.--Instagram @feedgramindo

Barang bukti berupa parang dan telepon genggam milik pelaku telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi Dalami Kondisi Psikologis Pelaku

BACA JUGA:Satu Ditangkap, Begal Kembali Beraksi Lagi di Empat Lawang, Pelaku Bacok Kurir Paket

BACA JUGA: 2 dari 4 Pelaku Pembunuhan di Sungai Ibul Tertangkap, Terungkap, Korban Ditembak Setelah Tak Berdaya, Dibacok

Kanit Resmob Satreskrim Polres Tana Toraja, Aipda Marson Marilalan, bersama tim langsung mengamankan IA tak lama setelah kejadian. 

Saat ini, pelaku ditahan di Mapolres Tana Toraja untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi juga tengah mendalami kondisi psikologis pelaku serta latar belakang pertikaian keluarga yang memicu aksi brutal tersebut. 

Kasus ini menambah daftar panjang KDRT di Tana Toraja dan menjadi peringatan keras akan pentingnya penyelesaian konflik rumah tangga secara bijak tanpa kekerasan.

Emosi Gegara Lapar, Pemuda di Toraja Tega Bacok Ibu Kandung

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co - suasana tenang di kabupaten tana toraja, sulawesi selatan, mendadak gempar setelah kasus kekerasan dalam rumah tangga () melibatkan seorang berinisial ia (18) yang tega membacok ibu kandungnya, at (36). 

peristiwa tragis ini terjadi pada senin (2/3/2026) sekitar pukul 11.40 wita di rt bulen, kelurahan kamali pentalluan, kecamatan makale.

kronologi kejadian

menurut keterangan polisi, insiden bermula ketika ia turun ke dapur untuk mencari makanan setelah bermain game di kamarnya. 

namun, ia tidak menemukan apa pun untuk dimakan. 

kondisi lapar dan emosi yang memuncak diduga memicu tindakan nekat tersebut.

dalam keadaan marah, ia mengambil sebilah parang sepanjang 45 sentimeter dan menyerang ibunya secara berulang kali. 

akibat serangan itu, korban mengalami luka robek di kedua tangan, kaki, punggung, hingga luka gigitan di lengan. 

korban segera dilarikan ke rumah sakit fatimah tana toraja untuk mendapatkan perawatan intensif.

latar belakang konflik keluarga

kasat reskrim polres tana toraja, iptu syafaruddin, menjelaskan bahwa sehari sebelum kejadian, pelaku mengaku dianiaya oleh ayahnya. 

hal tersebut menimbulkan rasa sakit hati dan dendam yang kemudian dilampiaskan kepada sang ibu.

“terduga pelaku marah dan langsung mengambil sebilah parang lalu mengayunkan ke arah korban secara berulang kali,” ungkap syafaruddin.

polisi menduga kasus ini dipicu oleh konflik internal keluarga yang sudah berlangsung lama. 

barang bukti berupa parang dan telepon genggam milik pelaku telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.

polisi dalami kondisi psikologis pelaku

kanit resmob satreskrim polres tana toraja, aipda marson marilalan, bersama tim langsung mengamankan ia tak lama setelah kejadian. 

saat ini, pelaku ditahan di mapolres tana toraja untuk menjalani pemeriksaan.

polisi juga tengah mendalami kondisi psikologis pelaku serta latar belakang pertikaian keluarga yang memicu aksi brutal tersebut. 

kasus ini menambah daftar panjang kdrt di tana toraja dan menjadi peringatan keras akan pentingnya penyelesaian konflik rumah tangga secara bijak tanpa kekerasan.

Tag
Share