bacakoran.co

Ikut Campur, Donald Trump Respon Terpilihnya Pemimpin Baru Iran Yang Menggantikan Ayatullah Khamenei!

Donald Trump Respon Pemimpin Baru Iran Setelah Meninggalnya Ayatullah Khamenei --Antara

Namun, kritik terhadap politik dinasti tetap muncul, mengingat Iran pernah menggulingkan monarki pada 1979.  

Mojtaba lahir pada 1969 di Mashhad, kota suci Syiah. Ia tumbuh dalam lingkungan politik yang penuh gejolak, sempat terlibat dalam perang Iran-Irak, dan menempuh pendidikan agama di Qom.

BACA JUGA:Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Sulap ART Jadi Dirut, Ini Tugas dan Perannya!

BACA JUGA:Hanya Bermodal Nik KTP, Bansos PKH dan BPNT Sudah Cair 90 Persen, Cek Info Penerima Disini!

Gelar keagamaan yang dimilikinya adalah Hojjatoleslam, satu tingkat di bawah Ayatollah.

Hal ini memicu perdebatan mengenai kredensial keagamaannya untuk menduduki posisi tertinggi.  

Selain itu, Mojtaba pernah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat pada 2019 karena dianggap mewakili kepentingan ayahnya dalam kapasitas resmi.

Washington menuduhnya bekerja sama dengan Pasukan Quds IRGC dan milisi Basij untuk memperkuat agenda regional Iran.

BACA JUGA:Tangis Sahabat Pecah di Pemakaman Vidi Aldiano, Dunia Hiburan Kehilangan Bintang!

BACA JUGA:Viral! Aksi 5 Mobil Konvoi Zig-Zag di Tol Becakayu, Para Pengemudi Minta Maaf: Hanya Sebatas Konten

Namanya juga kerap muncul dalam kontroversi, termasuk saat gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian Mahsa Amini.  

Kini, dengan posisinya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba menghadapi tantangan besar.

Di satu sisi, ia memiliki dukungan kuat dari aparat keamanan dan kelompok garis keras.

Namun di sisi lain, masyarakat Iran semakin vokal menuntut kebebasan yang lebih luas.

BACA JUGA:Penyanyi Vidi Aldiano Wafat, Prosesi Pemakaman di Tanah Kusir Digelar Pagi Ini

Ikut Campur, Donald Trump Respon Terpilihnya Pemimpin Baru Iran Yang Menggantikan Ayatullah Khamenei!

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - presiden amerika serikat donald trump respon terpilihnya pemimpin baru iran yang menggantikan ayatullah khamenei.

trump menyatakan bahwa amerika serikat punya pengaruh untuk ikut menentukan siapa yang harus memimpin iran karena jika tanpa persetujuannya, pemimpin baru itu tidak akan bertahan lama.

dilansir bacakoran.co dari , pernyataan itu disampaikan trump pada minggu, hanya beberapa jam sebelum media pemerintah iran melaporkan bahwa badan ulama negara tersebut telah memilih mojtaba khamenei sebagai pemimpin tertinggi iran yang baru.

ia menegaskan bahwa washington memiliki kepentingan dalam menentukan arah kepemimpinan iran.

“dia harus mendapatkan persetujuan dari kami. jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” kata trump dalam wawancara dengan abc news ketika ditanya mengenai kemungkinan pemimpin tertinggi baru iran.

trump juga membeberkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan.

menurutnya, amerika serikat tidak ingin harus kembali menghadapi situasi serupa beberapa tahun mendatang.

sebelumnya iran memasuki fase politik baru setelah kematian ayatollah ali khamenei dalam sebuah serangan udara yang mengguncang kawasan timur tengah.

peristiwa tersebut tidak hanya memicu eskalasi konflik dengan amerika serikat dan israel, tetapi juga membuka babak baru dalam kepemimpinan republik islam.

majelis ahli iran akhirnya menetapkan mojtaba khamenei, putra mendiang pemimpin, sebagai pemimpin tertinggi baru.  

keputusan ini dianggap sebagai bukti bahwa kelompok garis keras masih memegang kendali dalam struktur kekuasaan iran.

media setempat melaporkan bahwa penunjukan mojtaba dilakukan lebih dari sepekan setelah wafatnya sang ayah.

ayatollah mohsen heidari alekasir menegaskan bahwa pemilihan dilakukan sesuai arahan ali khamenei sebelum meninggal.

ia menyatakan, "kandidat dipilih berdasarkan arahan khamenei bahwa pemimpin tertinggi iran seharusnya 'dibenci oleh musuh'," sebuah pesan yang menegaskan arah politik iran tetap konfrontatif terhadap barat.  

dalam pernyataannya, heidari alekasir juga menyinggung komentar presiden amerika serikat donald trump yang menolak kemungkinan mojtaba menjadi pemimpin iran.

"bahkan setan besar [amerika serikat] pun telah menyebut namanya," ujarnya, merujuk pada pernyataan trump yang menyebut mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima.”  

selama bertahun-tahun, mojtaba dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik layar pemerintahan ayahnya.

ia memperkuat posisinya melalui kedekatan dengan aparat keamanan, khususnya korps garda revolusi islam (irgc), serta jaringan bisnis besar yang berada di bawah pengaruh mereka.

mojtaba juga dikenal sebagai penentang kelompok reformis yang berupaya membuka hubungan dengan barat, terutama dalam isu program nuklir.  

meski tidak pernah memegang jabatan resmi, mojtaba berperan sebagai “penjaga gerbang” ayahnya.

dukungan kuat dari irgc, terutama generasi muda yang lebih radikal, membuatnya menjadi kandidat yang sulit ditandingi.

namun, kritik terhadap politik dinasti tetap muncul, mengingat iran pernah menggulingkan monarki pada 1979.  

mojtaba lahir pada 1969 di mashhad, kota suci syiah. ia tumbuh dalam lingkungan politik yang penuh gejolak, sempat terlibat dalam perang iran-irak, dan menempuh pendidikan agama di qom.

gelar keagamaan yang dimilikinya adalah hojjatoleslam, satu tingkat di bawah ayatollah.

hal ini memicu perdebatan mengenai kredensial keagamaannya untuk menduduki posisi tertinggi.  

selain itu, mojtaba pernah dijatuhi sanksi oleh amerika serikat pada 2019 karena dianggap mewakili kepentingan ayahnya dalam kapasitas resmi.

washington menuduhnya bekerja sama dengan pasukan quds irgc dan milisi basij untuk memperkuat agenda regional iran.

namanya juga kerap muncul dalam kontroversi, termasuk saat gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian mahsa amini.  

kini, dengan posisinya sebagai pemimpin tertinggi, mojtaba menghadapi tantangan besar.

di satu sisi, ia memiliki dukungan kuat dari aparat keamanan dan kelompok garis keras.

namun di sisi lain, masyarakat iran semakin vokal menuntut kebebasan yang lebih luas.

bagaimana ia menavigasi tekanan internal dan eksternal akan sangat menentukan arah masa depan iran, baik dalam kebijakan domestik maupun hubungan internasional.  

Tag
Share