bacakoran.co

Serangan Udara Israel di Beirut Memicu Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Serangan Udara Israel Hantam Beirut, Konflik dengan Hizbullah Memanas--

BACAKORAN.CO - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara yang meluas hingga ke wilayah Lebanon, termasuk kawasan pusat kota Beirut.

Salah satu serangan bahkan dilaporkan menghantam area yang berdekatan dengan kompleks pemerintahan Lebanon pada Kamis, 12 Maret 2026 waktu setempat.

Eskalasi ini menandai meningkatnya operasi militer Israel terhadap kelompok Hezbollah, yang selama ini dikenal sebagai kelompok bersenjata yang berbasis di Lebanon dan didukung oleh Iran.

Konflik antara kedua pihak ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap memicu ketegangan regional di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:Pidato Pertama Pemimpin Baru Iran: Ancaman Panas ke AS, Ini Pesannya!

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer Israel telah diperintahkan untuk memperluas operasi militernya, termasuk serangan ke wilayah Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat militer senior Israel.

“Kami menjanjikan ketenangan dan keamanan kepada masyarakat di utara, dan itulah yang akan kami berikan,” ujar Israel Katz, seperti dikutip dari laporan media internasional.

Menurut pemerintah Israel, langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap serangan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah ke wilayah Israel dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA:Usai Tragedi Longsor Sampah Bantargebang, Pemprov DKI Siap Bangun 3 PLTSa!

Salah satu serangan udara dilaporkan terjadi di kawasan Bachoura, sebuah wilayah di pusat kota Beirut yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks pemerintahan Lebanon, Grand Serail.

Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Sebelum melakukan gempuran, militer Israel sempat mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk menjauh dari area yang disebut sebagai lokasi yang berada di dekat fasilitas milik Hizbullah.

Tak lama setelah itu, peringatan serupa juga diberikan kepada warga yang berada di distrik Zuqaq al-Blat, wilayah lain yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan.

Serangan Udara Israel di Beirut Memicu Eskalasi Konflik dengan Hizbullah

Melly

Melly


bacakoran.co - ketegangan di timur tengah kembali meningkat setelah israel melancarkan serangan udara yang meluas hingga ke wilayah lebanon, termasuk kawasan pusat kota beirut.

salah satu serangan bahkan dilaporkan menghantam area yang berdekatan dengan kompleks pemerintahan lebanon pada kamis, 12 maret 2026 waktu setempat.

eskalasi ini menandai meningkatnya operasi militer israel terhadap kelompok hezbollah, yang selama ini dikenal sebagai kelompok bersenjata yang berbasis di lebanon dan didukung oleh iran.

konflik antara kedua pihak ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap memicu ketegangan regional di kawasan timur tengah.

menteri pertahanan israel, israel katz, menyatakan bahwa militer israel telah diperintahkan untuk memperluas operasi militernya, termasuk serangan ke wilayah lebanon.

pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan pejabat militer senior israel.

“kami menjanjikan ketenangan dan keamanan kepada masyarakat di utara, dan itulah yang akan kami berikan,” ujar israel katz, seperti dikutip dari laporan media internasional.

menurut pemerintah israel, langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap serangan roket yang diluncurkan oleh hizbullah ke wilayah israel dalam beberapa waktu terakhir.

salah satu serangan udara dilaporkan terjadi di kawasan bachoura, sebuah wilayah di pusat kota beirut yang hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks pemerintahan lebanon, grand serail.

serangan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

sebelum melakukan gempuran, militer israel sempat mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk menjauh dari area yang disebut sebagai lokasi yang berada di dekat fasilitas milik hizbullah.

tak lama setelah itu, peringatan serupa juga diberikan kepada warga yang berada di distrik zuqaq al-blat, wilayah lain yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan.

beberapa saat kemudian, serangan berikutnya dilaporkan menghantam bangunan lain yang lokasinya lebih dekat dengan kompleks pemerintahan lebanon.

serangan tersebut menimbulkan kepanikan di kalangan warga sipil yang berada di kawasan padat penduduk tersebut.

kementerian kesehatan lebanon melaporkan bahwa serangan udara lain yang terjadi pada waktu subuh di wilayah beirut menewaskan sedikitnya 12 orang.

serangan itu menghantam trotoar di kawasan tepi laut yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi keluarga pengungsi yang mendirikan tenda darurat.

banyak warga sipil yang menjadi korban karena lokasi tersebut digunakan oleh keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang terus berlangsung.

salah seorang pengungsi bernama abu ali mengungkapkan kemarahannya atas serangan tersebut.

“siapa yang ada di tenda-tenda ini? ada anak-anak, orang tua, dan perempuan di dalamnya. israel… pembenaran apa yang akan mereka ciptakan untuk serangan tadi malam?” katanya.

pengungsi lainnya, mahmoud kassem, juga mengaku sangat terpukul melihat dampak dari serangan tersebut.

“hatiku hancur,” ujarnya singkat.

sejak pekan lalu, israel meningkatkan intensitas serangan udara di wilayah selatan dan timur lebanon, termasuk pinggiran selatan beirut yang dikenal sebagai basis utama hizbullah.

menurut otoritas lebanon, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mencapai 687 orang. dari jumlah tersebut, terdapat 98 anak-anak, 62 perempuan, serta 18 tenaga medis yang turut menjadi korban.

selain korban jiwa, konflik ini juga menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin besar.

lebih dari 800.000 warga lebanon dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah militer israel mengeluarkan perintah evakuasi di berbagai wilayah selatan negara tersebut.

bahkan, perintah evakuasi terbaru disebut mencakup hampir sepersepuluh wilayah lebanon, yang memicu gelombang pengungsian besar-besaran.

kepala militer israel, eyal zamir, menyatakan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung kemungkinan tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

“operasi ini tidak akan singkat. kami akan membawa pasukan dan kemampuan tambahan ke utara. kami terus bergerak maju,” ujar zamir.

pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik antara israel dan hizbullah berpotensi berlangsung lebih lama dan dapat meningkatkan ketegangan di kawasan timur tengah.

operasi militer besar israel terhadap hizbullah dilaporkan dimulai setelah kelompok tersebut meluncurkan serangan roket ke wilayah israel pada 2 maret 2026.

sejak saat itu, hizbullah disebut hampir setiap hari meluncurkan roket dan drone ke wilayah israel sebagai bentuk perlawanan.

militer israel menyebut bahwa pada rabu malam, hizbullah meluncurkan sekitar 200 roket dan 20 drone secara bersamaan, yang juga disertai dengan peluncuran rudal balistik dari iran.

namun menurut eyal zamir, dari ratusan proyektil tersebut, hanya dua yang berhasil mencapai wilayah israel, sementara sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara israel.

eskalasi konflik antara israel dan hizbullah kembali meningkatkan ketegangan di kawasan timur tengah.

serangan udara yang menjangkau pusat kota beirut menunjukkan bahwa konflik ini tidak lagi terbatas pada wilayah perbatasan, tetapi mulai berdampak langsung pada kawasan perkotaan dan warga sipil.

situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran komunitas internasional mengenai kemungkinan meluasnya konflik regional yang melibatkan lebih banyak pihak.

jika ketegangan terus meningkat, konflik ini berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan di lebanon serta memperpanjang ketidakstabilan di kawasan timur tengah.

Tag
Share