bacakoran.co - wakil koordinator kontras, andrie yunus, menjadi korban penyerangan dengan air keras oleh orang tak dikenal di jalan salemba i, senen, jakarta pusat.
peristiwa yang terjadi pada kamis (12/3) malam itu terekam jelas oleh kamera pengawas (cctv) dan kemudian beredar luas di masyarakat.
dalam rekaman cctv terlihat dua pria berboncengan motor melintas di lokasi. keduanya sempat memutar balik kendaraan hingga berpapasan dengan korban.
saat andrie tengah mengendarai motor, pelaku langsung menyiramkan cairan berbahaya tersebut ke arah tubuhnya.
seketika korban berteriak kesakitan, menjatuhkan motornya di pinggir jalan, dan berusaha melepaskan pakaian karena tubuhnya terasa terbakar.
"aah... aah... aah.... panas... panas... panas. air keras... air keras. ya allah tolong, air keras... air keras... air keras," teriak korban, sebagaimana terlihat dalam rekaman cctv.
teriakan itu segera mengundang perhatian warga sekitar. beberapa orang mendekat, bahkan ada yang membawa senjata tajam. dalam kondisi panik, korban sempat ditanya oleh warga.
"lbh ya? lbh?" tanya salah seorang. "kontras," jawab korban dengan suara lemah.
kabid humas polda metro jaya, kombes pol budi hermanto, membenarkan kejadian tersebut.
ia menegaskan korban telah mendapat penanganan medis di rscm dan pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh.
"kami membenarkan adanya peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap seorang korban di kawasan salemba, jakarta pusat," ujarnya.
budi menambahkan, polisi berkomitmen menangani kasus ini secara serius dan profesional, serta mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar segera melapor.
koordinator badan pekerja kontras, dimas bagus arya, menjelaskan bahwa penyerangan terjadi sekitar pukul 23.00 wib, setelah andrie menghadiri podcast di kantor ylbhi bertajuk remiliterisme dan judicial review di indonesia.
dari pemeriksaan medis, andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen. dimas menilai aksi ini sebagai upaya membungkam suara kritis pembela ham.
ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang ham, serta regulasi lain yang melindungi pembela hak asasi manusia.
"peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia," kata dimas.
dengan luka bakar yang dialami, andrie kini masih dalam perawatan intensif.
sementara itu, publik menunggu langkah cepat aparat dalam mengungkap pelaku dan memastikan perlindungan bagi para pembela ham di indonesia.