Panik, Trump Desak Negara Lain untuk Amankan Pelayaran di Selat Hormuz agar Tetap Terbuka!
Trump Desak Negara Lain Amankan Selat Hormuz yang Terancam Ditutup --CNN Indonesia
Hal ini disampaikan usai rapat khusus Dewan Energi Nasional (DEN) yang berlangsung pada Selasa (3/3).
Rapat tersebut, menurut Bahlil, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden agar pemerintah merespons cepat dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi.
“Hari ini saya didampingi oleh Pak Satya, anggota DEN, dan Pak Wamen. Kami baru selesai melakukan rapat DEN khusus membahas tentang dinamika global yang terkait dengan energi,” ujarnya.
Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah penutupan Selat Hormuz.
BACA JUGA:Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Fasilitas Saudi Aramco, Situasi Timur Tengah Memanas
Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima dari total pasokan minyak dunia, melewati jalur tersebut.
Angka ini menegaskan posisi Selat Hormuz sebagai chokepoint paling strategis dalam perdagangan energi global.
“Di Selat Hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta barrel per day. Jadi supply global itu 20,1 juta barrel per day,” tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan ketergantungan Indonesia terhadap jalur tersebut relatif terbatas.
BACA JUGA:Bandara Hingga Hotel Mewah Rusak di Dubai Gegara Serangan Rudal Iran: UEA Tutup Kedutaan di Iran
Dari hasil pendalaman rapat, impor minyak mentah Indonesia dari kawasan Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz hanya sekitar 20–25 persen dari total impor nasional.
Selebihnya, Indonesia memperoleh pasokan dari Afrika (Angola), Amerika, Brazil, dan beberapa negara lain.
Diversifikasi sumber pasokan ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global.