palembang, bacakoran.co – jagat media sosial kembali diramaikan oleh kontroversi seputar mitra makanan bergizi gratis ().
setelah sebelumnya muncul video seorang mitra yang memamerkan pendapatan rp6 juta per bulan, kini publik kembali dibuat heboh dengan unggahan baru yang menampilkan selebrasi penghasilan rp6 juta per hari.
fenomena ini memicu beragam komentar pedas dari netizen yang mempertanyakan transparansi dan etika di balik narasi tersebut.
video dan sorotan publik
video pertama yang beredar memperlihatkan seorang mitra mbg memamerkan pendapatan rp6 juta per bulan.
unggahan itu menuai komentar negatif, bahkan sang pemilik akun mengaku telah melaporkan sejumlah akun yang membagikan videonya tanpa izin.
tak berhenti di situ, akun feedgramindo kemudian mengunggah potongan video lain yang menyoroti sebuah mobil dengan plat nomor berhuruf “mbg” yang diduga milik sang mitra. hal ini semakin memancing rasa penasaran publik.
“bisa pas gitu…” tulis salah satu komentar yang dikutip dari unggahan tersebut.
selebrasi rp6 juta per hari
kontroversi semakin memanas ketika muncul video balasan dari seorang pria bernama hendrik irawan, yang juga disebut sebagai mitra mbg.
dalam videonya, hendrik berjoget sambil menyebut penghasilannya mencapai rp6 juta per hari.
unggahan itu sontak viral dan memicu komentar beragam. ada yang merasa muak, ada pula yang mempertanyakan keadilan pajak.
“demi allah ga rela sih pajak gw nyangkut kesana…,” tulis seorang netizen.
ada juga yang menyindir, “umr aja dipotong pajak, ini insentif harian rp6 juta bebas pajak pula.”
tak sedikit pula yang mengekspresikan rasa iri bercampur sinis.
“jadi pengin bikin dapur mbg. modal berapa ya?” sementara komentar lain menuding praktik tersebut sebagai bentuk “ngece” terhadap masyarakat.
fenomena ini memperlihatkan netizen menilai selebrasi tersebut tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang masih berjuang dengan penghasilan pas-pasan.
namun di sisi lain, ada juga yang penasaran dengan sistem mbg dan bagaimana seseorang bisa meraih pendapatan fantastis dalam waktu singkat.
perdebatan pun terus bergulir, memperlihatkan kontras antara narasi sukses yang ditampilkan mitra mbg dan persepsi publik yang penuh tanda tanya.