bali, bacakoran.co – sebuah insiden dan pengerusakan kendaraan kembali mencoreng wajah keamanan di kawasan wisata bali.
peristiwa yang terjadi di jalan pantai kuta, badung, pada rabu (25/3/2026) dini hari, melibatkan oknum yang kini tengah menjadi sorotan publik.
kronologi kejadian
korban berinisial ay (48), pria asal kabupaten malang, jawa timur, mengalami nasib malang setelah mobil yang dikendarainya bersenggolan dengan kendaraan lain.
bukannya selesai dengan damai, insiden kecil itu justru memicu provokasi berupa teriakan "maling" dari sekelompok orang.
teriakan tersebut memancing amuk massa yang kemudian merusak mobil korban menggunakan batu, helm, hingga kunci roda.
tak hanya kendaraan, ay juga menjadi korban pengeroyokan.
ia mengalami luka lecet di leher sebelah kiri serta tangan kanan.
mobilnya rusak parah: bodi penyok, kaca pecah hampir seluruhnya, dan keempat ban kempes.
penangkapan pelaku
polresta denpasar melalui unit reskrim polsek kuta bergerak cepat.
dua terduga pelaku yang diketahui sebagai oknum debt collector, masing-masing lg alias arif (29) asal bantul, yogyakarta, dan on alias mesak (29) asal malaka, nusa tenggara timur, berhasil diamankan.
kasi humas polresta denpasar, iptu i gede adi saputra jaya, sh, mh, menegaskan bahwa proses hukum terus berjalan.
“selain mengamankan dua terduga pelaku, petugas juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang melarikan diri dari lokasi kejadian,” ujarnya.
fakta mengejutkan: positif narkoba
dalam pemeriksaan lebih lanjut, polisi melakukan tes urine terhadap kedua pelaku.
hasilnya, salah satu pelaku, arif, dinyatakan positif mengonsumsi zat terlarang berupa amphetamine (amp) dan methamphetamine (meth).
temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa aksi brutal tersebut tidak hanya dipicu oleh provokasi, tetapi juga dipengaruhi kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh narkoba.
proses hukum berlanjut
saat ini, kasus tersebut ditangani oleh unit reskrim polsek kuta untuk pengembangan lebih lanjut.
polisi berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pelaku lain yang masih buron.
insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan aparat bahwa praktik debt collector yang melibatkan kekerasan tidak bisa ditoleransi.
selain meresahkan warga, tindakan semacam ini juga mencoreng citra daerah wisata yang seharusnya aman dan nyaman bagi pengunjung.