bacakoran.co

Driver Ojol Ketahuan Rekam Wanita di Mall Palembang, Ternyata Dikirim ke Grup WhatsApp Video Porno!

Warga Palembang direkam diam-diam oleh driver ojol di mall, video tersebar ke grup internal. Grab janji tindak tegas, publik makin geram./Kolase Bacakoran.co--Instagram @feedgramindo

PALEMBANG, BACAKORAN.CO – Jagat maya Palembang digegerkan dengan kasus dugaan pelanggaran privasi yang melibatkan seorang driver ojek online (ojol). 

Seorang warga mengaku direkam tanpa izin saat berjalan di salah satu mall di Palembang, Kamis (26/3/2026). 

Video tersebut kemudian diduga disebarkan ke grup internal driver, memicu reaksi keras dari publik.

Kronologi Kejadian di Mall Palembang

Korban menceritakan melalui akun media sosial bahwa dirinya direkam oleh seorang driver Grab bernama Makmun Haris atau Haris Munandar. 

Saat ditegur, sang driver berdalih sedang mengisi daya ponsel. 

BACA JUGA:Driver Ojol di Tangerang Ditipu Usai Antar Pesanan Makanan Online, Uang Rp110 Ribu Ludes Tanpa Bayar

Namun, setelah dibawa ke kantor keamanan mall, ia mengaku merekam untuk laporan posisi ke sesama driver.

Korban menegaskan bahwa sejak awal dirinya hanya menunggu pihak keamanan tanpa melakukan tindakan yang merugikan. 

Namun, sang driver justru menuduh korban hendak melakukan pemerasan. 

Situasi semakin memanas ketika diketahui bahwa di grup internal driver terdapat banyak konten tidak pantas yang melibatkan perempuan.

Video Disebar ke Grup Internal Driver

Unggahan korban menyebutkan bahwa video dirinya dikirim ke grup driver Grab dan mendapat berbagai tanggapan dari anggota grup. 

BACA JUGA:Viral Driver Ojol Tolak Orderan Siswi SMP Gegara 'Big Size' di Ciputat, Berujung Klarifikasi dan Minta Maaf

Hal ini memperburuk keadaan karena menimbulkan kesan pelecehan dan pelanggaran privasi. 

Warganet pun ramai mengecam tindakan tersebut, menilai merekam tanpa izin adalah pelanggaran serius terhadap hak pribadi seseorang.

Respons Resmi Grab Indonesia

Driver Ojol Ketahuan Rekam Wanita di Mall Palembang, Ternyata Dikirim ke Grup WhatsApp Video Porno!

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – jagat maya palembang digegerkan dengan kasus dugaan pelanggaran privasi yang melibatkan seorang driver ojek online (). 

seorang warga mengaku direkam tanpa izin saat berjalan di salah satu mall di palembang, kamis (26/3/2026). 

tersebut kemudian diduga disebarkan ke grup internal driver, memicu reaksi keras dari publik.

kronologi kejadian di mall palembang

korban menceritakan melalui akun media sosial bahwa dirinya direkam oleh seorang driver grab bernama makmun haris atau haris munandar. 

saat ditegur, sang driver berdalih sedang mengisi daya ponsel. 

namun, setelah dibawa ke kantor keamanan mall, ia mengaku merekam untuk laporan posisi ke sesama driver.

korban menegaskan bahwa sejak awal dirinya hanya menunggu pihak keamanan tanpa melakukan tindakan yang merugikan. 

namun, sang driver justru menuduh korban hendak melakukan pemerasan. 

situasi semakin memanas ketika diketahui bahwa di grup internal driver terdapat banyak konten tidak pantas yang melibatkan perempuan.

video disebar ke grup internal driver

unggahan korban menyebutkan bahwa video dirinya dikirim ke grup driver grab dan mendapat berbagai tanggapan dari anggota grup. 

hal ini memperburuk keadaan karena menimbulkan kesan pelecehan dan pelanggaran privasi. 

warganet pun ramai mengecam tindakan tersebut, menilai merekam tanpa izin adalah pelanggaran serius terhadap hak pribadi seseorang.

respons resmi grab indonesia

menanggapi laporan ini, pihak grab indonesia menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan tidak menolerir tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun.

terima kasih atas laporannya. kami sangat menyesalkan kejadian yang dialami pelapor. laporan tersebut sudah dalam tindak lanjut tim kami. fokus kami saat ini adalah berkoordinasi dengan pelapor untuk mendapatkan informasi lebih detail dan memastikan penanganan terbaik,” tulis grab dalam komentar pada postingan akun instagram @feedgramindo.

grab juga berjanji akan menindak tegas mitra pengemudi yang terbukti melanggar kode etik.

publik minta perlindungan privasi lebih ketat

kasus ini menjadi sorotan masyarakat palembang. 

banyak pihak mendesak agar perusahaan transportasi online memperketat pengawasan terhadap mitra pengemudi, terutama terkait etika penggunaan ponsel dan media sosial.

peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa privasi adalah hak mendasar setiap individu. 

masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan pihak terkait benar-benar serius dalam melindungi pengguna layanan.

Tag
Share