bacakoran.co

Viral Pemburuan Ikan Sapu-sapu, Predator Overpopulasi yang Diduga Sering Dijadikan Olahan, Seberbahaya Ini!

Pembaruan Ikan Sapu-sapu Dikali Ciliwung dan Ungkap Resiko Bahaya untuk Tubuh --Kumparan

BACAKORAN.CO - Beberapa waktu terakhir, media sosial ramai membicarakan fenomena pemburuan ikan sapu-sapu.

Ikan yang biasanya menempel di bebatuan sungai ini mendadak jadi sorotan karena dianggap sebagai predator yang merusak ekosistem sekaligus bahan olahan makanan yang kontroversial.

Ikan sapu-sapu (Plecostomus) berkembang pesat di sungai tercemar, mendominasi ekosistem dan diduga memakan telur ikan endemik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan punahnya spesies asli.

Fenomena ini semakin viral ketika muncul konten yang menunjukkan ikan sapu-sapu dijadikan olahan makanan, mulai dari siomay, abon, hingga sate.

BACA JUGA:Cara Menolong Orang Kejang Epilepsi di Tempat Umum: Jangan Panik, Ini Urutan Tindakan yang Benar

BACA JUGA:Jangan Risau, Begini Cara Daftar BPJS Kesehatan Secara Online 2026, Mudah Cepat dan Praktis!

Warganet pun heboh, ada yang penasaran ingin mencoba, ada juga yang langsung khawatir soal keamanan konsumsi.

Konten semacam ini cepat menyebar karena sifatnya unik dan mengejutkan. Bayangkan, ikan yang selama ini dianggap “hama sungai” tiba-tiba hadir di meja makan.

Lalu, seberbahaya apa Ikan Sapu-sapu ini?

Bahaya di balik llahan Sapu-sapu dan Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu bukan pilihan aman untuk likonsumsi, alasannya cukup jelas:

- Habitat tercemar – sapu-sapu banyak hidup di sungai kota yang penuh limbah.

- Risiko logam berat – tubuhnya bisa menyerap zat berbahaya seperti merkuri atau timbal.

- Dampak kesehatan – konsumsi jangka panjang berpotensi memicu penyakit kronis, bahkan kanker.

BACA JUGA: Banyak Disantap Saat Lebaran, Ini Makanan yang Perlu Dikontrol Agar Tidak Berlebihan

Viral Pemburuan Ikan Sapu-sapu, Predator Overpopulasi yang Diduga Sering Dijadikan Olahan, Seberbahaya Ini!

Yanti D.P

Yanti D.P


bacakoran.co - beberapa waktu terakhir, media sosial ramai membicarakan fenomena pemburuan ikan sapu-sapu.

ikan yang biasanya menempel di bebatuan sungai ini mendadak jadi sorotan karena dianggap sebagai predator yang merusak ekosistem sekaligus bahan olahan makanan yang kontroversial.

ikan sapu-sapu (plecostomus) berkembang pesat di sungai tercemar, mendominasi ekosistem dan diduga memakan telur ikan endemik. hal ini menimbulkan kekhawatiran akan punahnya spesies asli.

fenomena ini semakin viral ketika muncul konten yang menunjukkan ikan sapu-sapu dijadikan olahan makanan, mulai dari siomay, abon, hingga sate.

warganet pun heboh, ada yang penasaran ingin mencoba, ada juga yang langsung khawatir soal keamanan konsumsi.

konten semacam ini cepat menyebar karena sifatnya unik dan mengejutkan. bayangkan, ikan yang selama ini dianggap “hama sungai” tiba-tiba hadir di meja makan.

lalu, seberbahaya apa ikan sapu-sapu ini?

bahaya di balik llahan sapu-sapu dan para ahli kesehatan mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu bukan pilihan aman untuk likonsumsi, alasannya cukup jelas:

- habitat tercemar – sapu-sapu banyak hidup di sungai kota yang penuh limbah.

- risiko logam berat – tubuhnya bisa menyerap zat berbahaya seperti merkuri atau timbal.

- dampak kesehatan – konsumsi jangka panjang berpotensi memicu penyakit kronis, bahkan kanker.

kementerian kesehatan pun menegaskan agar masyarakat berhati-hati dan tidak sembarangan mengolah ikan ini untuk dikonsumsi.

seorang pemuda bernama arief kamarudin dari lenteng agung, jakarta selatan, rutin berburu sapu-sapu di ciliwung.

videonya yang diunggah ke tiktok dengan akun @ viral karena dianggap sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem sungai. 

ratusan video terkait pembasmian ikan sapu-sapu di akun tiktoknya panen pujian dari warganet efek dari kegiatannya tersebut yang berburu puluhan kilo ikan sapu-sapu.

“allhamdulillah saya lagi mulai ramai di sosmed gerakan perburuan ikan invasif di kali ciliwung. untuk saat ini merupakan bentuk kepeduliaan saya pribadi terhadap kali yang ada di rumah saya dan sekitarnya,” ujar arief.

“terkait ekosistem baik itu ikan invasif, sampah, dan juga limbah,” lanjut arief.

berawal dari keresahan tersebut, arief lantas mencari tahu mengenai ikan sapu-sapu yang ternyata buruk bagi keseimbangan ekosistem karena ia adalah ikan invasif.

Tag
Share