bacakoran.co

Ratusan Kapal Tertahan, Pertamina Pride Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Selat Hormuz!

Ratusan Kapal Tertahan, Pertamina Pride Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Selat Hormuz --Suara.com

Hikmahanto menambahkan bahwa akses yang diberikan kepada kapal Indonesia tidak lepas dari lobi diplomasi yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia di Iran.  

Selain dua kapal Indonesia, terdapat ratusan kapal dari berbagai negara lain yang juga tertahan di Teluk Persia akibat kebijakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

BACA JUGA:Puncak Arus Balik Lebaran 29 Maret, 2,3 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jakarta!

BACA JUGA:Richard Lee Ditahan, Istri Reni Efendi Dipanggil Polda Metro Jaya Jadi Saksi Tambahan!

Hingga saat ini, hanya beberapa negara yang mendapatkan izin melewati jalur tersebut, di antaranya Korea Selatan, Rusia, China, India, Turki, Jepang, dan Spanyol.

Dari laporan yang beredar, sejumlah kapal tanker yang diizinkan melintas bahkan rela membayar hingga 2 juta dolar Amerika per kapal sebagai bentuk kompensasi.  

Hikmahanto menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia memperoleh izin melewati Selat Hormuz merupakan hasil dari diplomasi intensif.

"Selain dari pihak kementerian luar negeri, dari sumber-sember saya yang berada di Iran juga menyampaikan iformasi yang sama," ungkap Hikmahanto.  

BACA JUGA:Maret ini Belum Cair? Begini Cara Cek Penerima Bansos Kemensos PKH sampai BPNT 2026, Simpel dengan Link Resmi!

BACA JUGA:Sempat Bikin Geger Jadikan Yaqut Cholil Tahanan Rumah, KPK Ungkap Permintaan Maaf!

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.

Bagi Indonesia, keberhasilan melintasi jalur tersebut akan sangat menentukan kelancaran pasokan energi nasional.

Namun, fakta bahwa Pertamina Pride masih berada di Teluk Persia menandakan bahwa izin tersebut belum sepenuhnya terealisasi, sehingga kondisi tetap penuh ketidakpastian.  

Ratusan Kapal Tertahan, Pertamina Pride Jadi Sorotan di Tengah Penutupan Selat Hormuz!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - meski sempat beredar kabar bahwa dua kapal tanker indonesia telah diberikan lampu hijau untuk melewati selat hormuz, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang lebih rumit.

dari pantauan langsung melalui situs marinetraffic.com, terlihat bahwa salah satu kapal tanker indonesia dengan nama lambung pertamina pride masih berada di kawasan teluk persia.

kapal ini tercatat sedang berlayar dengan rute menuju indonesia, tepatnya ke pelabuhan cilacap.

informasi tersebut diperoleh hanya beberapa menit sebelum berita ini dirilis, sehingga menggambarkan kondisi terkini dari pergerakan kapal tersebut.  

“kapal tanker minyak mentah pertamina pride saat ini berada di teluk persia,” menurut situs tersebut berdasarkan laporan yang didapat 4 menit saat berita ini rilis.  

pertamina pride, dengan nomor imo 9888493, merupakan kapal tanker minyak mentah yang berlayar di bawah bendera singapura.

kapal ini memiliki dimensi yang sangat besar, dengan panjang keseluruhan (loa) mencapai 330 meter dan lebar 60,05 meter.

keberadaan kapal ini di teluk persia menjadi sorotan karena sebelumnya disebut-sebut telah mendapatkan izin untuk melintasi selat hormuz, jalur perairan strategis yang saat ini tengah mengalami penutupan oleh iran.  

hikmahanto juwana, guru besar hukum internasional, dalam sebuah pernyataan di televisi nasional menyampaikan bahwa dua kapal indonesia memang telah mendapatkan lampu hijau untuk melewati selat hormuz.

namun, fakta bahwa pertamina pride masih tertahan di teluk persia menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi izin tersebut.

hikmahanto menambahkan bahwa akses yang diberikan kepada kapal indonesia tidak lepas dari lobi diplomasi yang dilakukan oleh perwakilan indonesia di iran.  

selain dua kapal indonesia, terdapat ratusan kapal dari berbagai negara lain yang juga tertahan di teluk persia akibat kebijakan penutupan selat hormuz oleh iran.

hingga saat ini, hanya beberapa negara yang mendapatkan izin melewati jalur tersebut, di antaranya korea selatan, rusia, china, india, turki, jepang, dan spanyol.

dari laporan yang beredar, sejumlah kapal tanker yang diizinkan melintas bahkan rela membayar hingga 2 juta dolar amerika per kapal sebagai bentuk kompensasi.  

hikmahanto menyampaikan bahwa keberhasilan indonesia memperoleh izin melewati selat hormuz merupakan hasil dari diplomasi intensif.

"selain dari pihak kementerian luar negeri, dari sumber-sember saya yang berada di iran juga menyampaikan iformasi yang sama," ungkap hikmahanto.  

situasi ini menunjukkan betapa pentingnya selat hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.

bagi indonesia, keberhasilan melintasi jalur tersebut akan sangat menentukan kelancaran pasokan energi nasional.

namun, fakta bahwa pertamina pride masih berada di teluk persia menandakan bahwa izin tersebut belum sepenuhnya terealisasi, sehingga kondisi tetap penuh ketidakpastian.  

Tag
Share