bacakoran.co

Viral! Motor Terbakar Usai isi Bensin di SPBU Tegalsari, Petugas Tolak Pinjamkan APAR: Mahal

Motor terbakar di SPBU Tegalsari Semarang. Korban kecewa, APAR disebut ditolak dipakai karena alasan mahal. Polisi turun tangan selidiki./Kolase Bacakoran.co--Instagram @manaberita

Viral! Motor Terbakar Usai isi Bensin di SPBU Tegalsari, Petugas Tolak Pinjamkan APAR: Mahal

Rida Satriani

Rida Satriani


semarang, bacakoran.co - suasana di tegalsari, semarang, mendadak mencekam setelah sebuah sepeda motor terbakar sesaat usai pengisian pada sabtu (4/4/2026). 

api diduga muncul akibat korsleting pada sistem pengapian atau kelistrikan saat motor dinyalakan. 

bukannya segera ditangani, pihak spbu disebut enggan menggunakan alat pemadam api ringan (apar) dengan alasan biaya, sehingga membuat warga geram.

api muncul usai isi bahan bakar

korban yang baru saja selesai mengisi bensin mencoba menyalakan motor. 

tiba-tiba muncul percikan api yang langsung membesar dan melahap bodi kendaraan. 

dalam kondisi panik, korban berlari meminta bantuan petugas spbu agar api segera dipadamkan menggunakan apar. 

namun, pengakuan korban menyebutkan bahwa permintaan itu ditolak dengan alasan “mahal”.

akibatnya, korban terpaksa berusaha memadamkan api seorang diri. 

sementara itu, sejumlah orang di lokasi hanya menyaksikan tanpa tindakan sigap. api semakin membesar hingga motor hangus menyisakan rangka.

curhatan korban viral di media sosial

kekecewaan korban kemudian diunggah melalui akun tiktok @relisviano.chiko. 

dalam video tersebut, ia menceritakan bagaimana dirinya dipersulit saat meminta bantuan. 

“saya mohon agar dipadamkan pakai apar, tapi pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal,” tulisnya.

unggahan itu langsung viral dan memicu ribuan komentar dari netizen. 

banyak yang mengecam sikap petugas spbu tegalsari yang dinilai tidak memiliki empati dan mengabaikan standar keselamatan. 

warga sekitar juga mempertanyakan fungsi apar yang tersedia di spbu jika tidak digunakan dalam keadaan darurat.

polisi turun tangan

keributan di lokasi akhirnya menarik perhatian pihak kepolisian. 

petugas yang datang menyarankan korban membuat laporan resmi ke polsek terdekat. 

polisi menilai ada dugaan kelalaian dan tindakan mempersulit dalam penanganan keadaan darurat.

“pihak pom akan kena karena mempersulit. orang-orang di pom lihat saja tanpa bantuin atau usaha,” ungkap korban menirukan saran polisi. 

hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

sorotan publik terhadap sop spbu

peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar operasional prosedur (sop) di spbu. 

sebagai area berisiko tinggi, spbu wajib memiliki kesiapan alat dan personel dalam menghadapi percikan api sekecil apa pun. 

sikap petugas yang menunda penggunaan apar hingga motor hangus dinilai sebagai bentuk kelalaian serius.

bagi korban, kehilangan motor senilai belasan juta rupiah mungkin bisa diikhlaskan. 

namun, sikap petugas yang dianggap tidak memiliki nurani meninggalkan luka mendalam. 

publik pun berharap pihak berwenang menindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Tag
Share