bacakoran.co

Viral Mobil SPPG MBG di Lombok Jemput Penumpang Bandara, Begini Klarifikasi Pemilik!

Mobil SPPG viral dipakai jemput penumpang di Bandara Lombok. Pemilik akui khilaf, BGN NTB lakukan evaluasi aturan kendaraan bergizi gratis./Kolase Bacakoran.co--Instagram @medsoszone

LOMBOK, BACAKORAN.CO – Sebuah video mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak viral di media sosial. 

Mobil yang seharusnya digunakan untuk distribusi makanan bergizi itu diduga dipakai menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Kasus ini langsung menuai sorotan publik dan memunculkan klarifikasi dari pemilik kendaraan.

Dugaan Penyalahgunaan Mobil SPPG

Video yang diunggah akun Instagram @volunteer.netizen pada 1 April 2026 memperlihatkan mobil SPPG berada di area bandara dan digunakan untuk menjemput penumpang. 

BACA JUGA:Heboh! Mobil SPPG di Nias Selatan Angkut Babi, Begini Penjelasan BGN Sumut

Bahkan, sejumlah orang terlihat masuk ke dalam mobil tersebut yang disebut-sebut akan melanjutkan perjalanan wisata ke Pantai Malimbu, Lombok Barat.

Koordinator Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, mengakui pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan tersebut. 

Ia menegaskan, mobil SPPG tidak boleh digunakan di luar fungsi distribusi makanan. 

“Mobil SPPG hanya untuk antar-jemput ompreng. Tidak diperkenankan dipakai untuk keperluan lain,” tegas Eko.

Eko juga mengingatkan bahwa pelanggaran aturan bisa berujung sanksi tegas, termasuk penghentian sementara operasional dapur SPPG. 

Ia meminta kepala wilayah lebih ketat mengawasi penggunaan kendaraan agar tidak disalahgunakan.

Klarifikasi Pemilik Mobil

BACA JUGA:Mobil MBG Tabrak 19 Siswa dan 1 Orang Guru SD di Cilincing, Sopir Mengaku Salah Injak Pedal, Ini Kronologinya!

Tak lama setelah video viral, pemilik mobil bernama Kalsum akhirnya buka suara melalui akun Instagram @supiandi367. 

Dalam video berdurasi 4 menit 23 detik, Kalsum menjelaskan bahwa mobil Grand Max berstiker BGN dan SPPG itu sebenarnya miliknya pribadi. 

Viral Mobil SPPG MBG di Lombok Jemput Penumpang Bandara, Begini Klarifikasi Pemilik!

Rida Satriani

Rida Satriani


lombok, bacakoran.co – sebuah video mobil operasional satuan pelayanan pemenuhan gizi () atau program makan bergizi gratis () mendadak viral di media sosial. 

mobil yang seharusnya digunakan untuk distribusi makanan bergizi itu diduga dipakai menjemput penumpang di bandara internasional lombok, nusa tenggara barat (ntb). 

kasus ini langsung menuai sorotan publik dan memunculkan klarifikasi dari pemilik kendaraan.

dugaan penyalahgunaan mobil sppg

video yang diunggah akun instagram @volunteer.netizen pada 1 april 2026 memperlihatkan mobil sppg berada di area bandara dan digunakan untuk menjemput penumpang. 

bahkan, sejumlah orang terlihat masuk ke dalam mobil tersebut yang disebut-sebut akan melanjutkan perjalanan wisata ke pantai malimbu, lombok barat.

koordinator regional sppg ntb, eko prasetyo, mengakui pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan tersebut. 

ia menegaskan, mobil sppg tidak boleh digunakan di luar fungsi distribusi makanan. 

“mobil sppg hanya untuk antar-jemput ompreng. tidak diperkenankan dipakai untuk keperluan lain,” tegas eko.

eko juga mengingatkan bahwa pelanggaran aturan bisa berujung sanksi tegas, termasuk penghentian sementara operasional dapur sppg. 

ia meminta kepala wilayah lebih ketat mengawasi penggunaan kendaraan agar tidak disalahgunakan.

klarifikasi pemilik mobil

tak lama setelah video viral, pemilik mobil bernama kalsum akhirnya buka suara melalui akun instagram @supiandi367. 

dalam video berdurasi 4 menit 23 detik, kalsum menjelaskan bahwa mobil grand max berstiker bgn dan sppg itu sebenarnya miliknya pribadi. 

mobil tersebut, menurutnya, masih dipersiapkan untuk bekerja sama dengan salah satu dapur mbg di lombok timur yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

kalsum mengaku mobil itu dipinjamkan kepada cucunya, supiandi, untuk menjemput ibunya yang baru pulang dari malaysia. 

ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kekhilafan dan meminta maaf kepada pihak bgn maupun masyarakat. 

“saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian ini. ini jadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati,” ujarnya.

mobil dengan nomor polisi dr 3622 kx itu disebut masih dalam proses administrasi dan belum resmi menjadi bagian operasional mbg. 

supiandi, sang cucu, juga menyampaikan permintaan maaf atas penggunaan mobil tersebut.

tindak lanjut dan evaluasi

menanggapi klarifikasi itu, koordinator wilayah bgn ntb, eko prasetyo, menyatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

ia menekankan perlunya aturan baru terkait pemasangan stiker di mobil sppg agar mencantumkan nama dan id resmi, sehingga memudahkan identifikasi kendaraan mitra di lapangan.

“sekarang kami sedang cek lokasi yang bersangkutan untuk verifikasi dan validasi,” kata eko.

kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kendaraan operasional program sosial harus digunakan sesuai peruntukan. 

publik berharap kejadian serupa tidak terulang, dan pengawasan terhadap kendaraan sppg diperketat demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program makan bergizi gratis.

Tag
Share