Murka! Jusuf Kalla Bantah Keras Dalangi Isu Ijazah Palsu Jokowi Tunjuk Pengacara ke Bareskrim
Jusuf Kalla membantah keras tuduhan mendanai isu ijazah palsu Jokowi dan akan melaporkan penyebar fitnah tersebut ke Bareskrim Polri.--Ist
BACAKORAN.CO – Kabar mengejutkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bantah dengan sangat keras terkait keterlibatannya dalam pusaran polemik yang sedang memanas saat ini.
Polemik tersebut tidak lain adalah penyebaran desas-desus mengenai isu ijazah palsu Jokowi.
Langkah klarifikasi cepat ini diambil karena JK ingin menghentikan penyebaran informasi bohong yang sangat merugikan nama baiknya serta untuk menjaga kondusivitas ruang publik dari fitnah yang sama sekali tidak berdasar.
Pernyataan resmi bahwa Jusuf Kalla bantah tudingan liar tersebut disampaikan langsung dari kediaman pribadinya di kawasan Jakarta Selatan pada Senin 6 April 2026.
Beliau memastikan dengan tegas bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki sangkut paut dengan pihak-pihak yang terus menggulirkan isu ijazah palsu Jokowi ke tengah masyarakat luas.
Penolakan ini sekaligus menjadi jawaban telak atas berbagai spekulasi tak berdasar yang belakangan ini berseliweran begitu masif di berbagai platform media sosial maupun media massa konvensional.
Bahkan tidak hanya sekadar memberikan klarifikasi lisan untuk menjernihkan suasana, Jusuf Kalla bantah tudingan ini dengan mengambil tindakan nyata yang sangat serius dan terukur.
Mantan wakil presiden ini merasa perlu membawa perkara pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi ini ke ranah hukum.
BACA JUGA:Sempat Yakini Ijazah Palsu, Kini Rismon Sianipar Temui Jokowi ke Solo dan Minta Maaf!
Hal ini bertujuan mulia agar para pelaku penyebar hoaks dapat segera dimintai pertanggungjawaban secara pidana secara adil, sekaligus memberikan efek jera bagi siapa saja yang gemar memproduksi kabar bohong demi kepentingan tertentu.
Fakta Mengejutkan di Balik Bantahan Jusuf Kalla
Dalam penyampaiannya kepada awak media, tokoh nasional asal Sulawesi Selatan ini secara lugas menepis kabar yang menyebutkan dirinya sebagai donatur di balik gerakan yang menyerang Presiden ke-7 RI.
Isu ini kabarnya bermula dari kutipan pernyataan seseorang bernama Rizmond yang menyebar tanpa filter.
“Kami tegaskan bahwa itu tidak benar. Saya tidak pernah terlibat, tidak pernah mendanai, bahkan tidak mengenal yang bersangkutan,” tegas Kalla.