Iran Minta Penjelasan Arab Saudi dan UEA Usai Drone China Ditembak Jatuh
Iran Minta Penjelasan Saudi dan UEA Soal Drone China--
Meski tidak secara langsung menyebut nama, tekanan diplomatik mengarah pada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
BACA JUGA:Dikawal TNI, Tim Pidsus Kejari PALI 'Obok-obok' Kantor Dinas Perkim
Kedua negara tersebut diketahui memiliki armada drone Wing Loong II dalam sistem pertahanan mereka.
Hal inilah yang memicu kecurigaan bahwa drone tersebut kemungkinan dioperasikan oleh salah satu dari mereka.
Jika dugaan ini benar, maka situasi konflik bisa semakin melebar dan melibatkan lebih banyak negara di kawasan Timur Tengah.
Menariknya, meski drone tersebut buatan China, hingga kini China belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.
BACA JUGA:Kembali Memanas, Rudal Iran Tembus Iron Dome Israel, Kota Haifa Terguncang!
Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa Iran sebelumnya juga menerima pasokan drone dari China.
Namun jenis yang diterima berbeda, yakni drone kamikaze yang hanya digunakan sekali pakai, bukan seperti Wing Loong II yang dapat digunakan berulang.
Hal ini semakin memperumit analisis tentang asal-usul drone yang ditembak jatuh tersebut.
Situasi ini juga tidak lepas dari tekanan politik global.
Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan mendorong negara-negara Teluk untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
BACA JUGA:Api Berkobar Jelang Malam, Warga Sekitar SMP Muhammadiyah Prabumulih Panik
Jika benar Arab Saudi atau UEA terlibat, maka konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel berpotensi berubah menjadi konflik regional yang lebih luas.
Hingga saat ini, baik Arab Saudi maupun UEA belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan klarifikasi dari Iran.