bacakoran.co -- setelah menangkap dan mengamankan , yang membunuh dan ibunya, - sebelumnya diinisialkan - sa (63), warga desa karang dalam, kecamatan pulau pinang, kabupaten lahat, sumatera selatan (sumsel), penyidik satreskrim polres lahat, langsung menginterogasi pelaku.
dalam keterangannya kepada polisi, terungkap penyebap pelaku menghabisi ibu kandungnya dengan cara sadis.
selain itu juga terungkap bagaimana pelaku memutilasi tubuh ibu kandungnya yang sudah tewas dan menguburnya.
"ya benar, pelaku mutilasi yang kita amankan merupakan anak kandung korban. motifnya diduga kuat karena pelaku emosi karena korban menolak memberikan uang,"jelas kasat reskrim polres lahat, akp muhammad ridho pradani spd sh, kepada wartawan rabu 8 april 2026.
"pelaku meminta uang kepada korban yang rencananya akan digunakannya untuk bermain judi online atau judi slot," imbuhnya.
diuraikan muhammad ridho, pelaku menghabisi ibu kandungnya pada sabtu, 28 maret 2026, sekitar pukul 11.00 wib di desa danau belidang, kecamatan mulak sebingkai, lahat.
saat itu pelaku yang sudah kecanduan judi online yang tak diberi uang oleh ibunya emosi. pelaku membacok leher korban berkali-kali menggunakan parang hingga kepala korban terputus dari tubuhnya.
setelah melakukan perbuatan keji itu, pelaku yang sudah kesetanan kemudian mencari akal untuk menghilangkan jejak. pelaku kemudian pergi mencari bensin dengan niat untuk membakar tubuh korban.
setelah mendapatkan bahan bakar minyak, pelaku menyiramkannya ke tubuh korban yang sudah tak bernyawa dan menyalakan api. namun upaya pelaku untuk menghanguskan tubuh korban tidak berhasil.
diduga ketika itu bagian tubuh korban tidak seluruhnya termakan api sehingga ditutupi pelaku dengan dedaunan dengan tujuan agar tidak terlihat orang.
selanjutnya pelaku pergi dan kembali ke lokasi kejadian membawa empat buah karung. lalu dia memutilasi jasad korban menjadi beberapa bagian dan dimasukkannya ke dalam 3 buah karung.
potongan tubuh korban kemudian dibawa ke desa karang dalam dan disembunyikan di kebun.
ternyata, sebelum mengubur jasad ibunya, pelaku mengupah 2 pemuda yang diketahui bernama raju dan nando untuk menggali tanah di kebun karet tempat jasad korban ditemukan. kepada dua pemuda itu, pelaku beralasan jika lubang itu untuk cetakan getah karet.
dari sinilah, kasus hilangnya korban terkuak. kedua pemuda itu kemudian menceritakan soal penggalian lubang itu kepada warga yang sudah beberapa hari berusaha mencari korban.
puluhan warga karang dalam, malam itu langsung menuju kebun milik korban bersama 2 pemuda yang sebelumnya diupah pelaku untuk menggali lobang guna menunjukkan lokasi lubang yang di maksud.
setibanya dikebun itu, raju dan nando menunjukkan lokasi lubang yang digalinya yang ternyata sudah ditimbun kembali dengan tanah.
kecurigaan warga makin kuat jika lubang itu digunakan untuk mengubur korban. dengan bermacam dugaan, warga karang dalam kemudian langsung bergotong royong membongkar galian tanah itu. dalam penggalian itu, warga mencium bau busuk menyengat.
dalam kegelapan malam, warga terus melakukan galian, hingga akhirnya menemukan potongan tangan kiri dan satu kaki dari dalam galian itu.
suasana kemudian berubah makin mencekam, beberapa warga menangis dan menjerit histeris, namun penggalian terus dilakukan hingga seluruh bagian tubuh korban ditemukan.
hingga rabu siang, polisi masih mendalami keterangan pelaku guna mengusut tuntas kasus yang menghebohkan itu.